Thursday, November 22, 2018

Sejak kapan Perayaan Maulid Nabi dimulai. dan siapa pemula perayaan Maulid nabi

Jika kita menelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau.



Perlu diketahui pula bahwa -menurut pakar sejarah yang terpercaya-, yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyun (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Sebagai buktinya adalah penjelasan berikut ini.

Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah al Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.” (Al Mawa’izh wal I’tibar bi Dzikril Khutoti wal Atsar, 1/490. Dinukil dari Al Maulid, hal. 20 dan Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 145-146)

Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal. 44) mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.

Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun). (Dinukil dari Al Maulid, hal. 20)

Fatimiyyun yang Sebenarnya

Kebanyakan orang belum mengetahui siapakah Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun. Seolah-olah Fatimiyyun ini adalah orang-orang sholeh dan punya i’tiqod baik untuk mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi senyatanya tidak demikian. Banyak ulama menyatakan sesatnya mereka dan berusaha membongkar kesesatan mereka.

Al Qodhi Al Baqillaniy menulis kitab khusus untuk membantah Fatimiyyun yang beliau namakan “Kasyful Asror wa Hatkul Astar (Menyingkap rahasia dan mengoyak tirai)”. Dalam kitab tersebut, beliau membuka kedok Fatimiyyun dengan mengatakan, “Mereka adalah suatu kaum yang menampakkan pemahaman Rafidhah (Syi’ah) dan menyembunyikan kekufuran semata.”

Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqiy mengatakan, “Tidak disangsikan lagi, jika kita melihat pada sejarah kerajaan Fatimiyyun, kebanyakan dari raja (penguasa) mereka adalah orang-orang yang zholim, sering menerjang perkara yang haram, jauh dari melakukan perkara yang wajib, paling semangat dalam menampakkan bid’ah yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah, dan menjadi pendukung orang munafik dan ahli bid’ah. Perlu diketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Al ‘Abbas (‘Abbasiyah) lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih berilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun. Dua daulah tadi lebih sedikit berbuat bid’ah dan maksiat daripada Daulah Fatimiyyun. Begitu pula khalifah kedua daulah tadi lebih utama daripada Daulah Fatimiyyun.”

Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Bani Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak bermaksiat) dan paling kufur.” (Majmu’ Fatawa, 35/127)



Apakah Fathimiyyun Memiliki Nasab sampai Fatimah?

Bani Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun juga menyatakan bahwa mereka memiliki nasab (silsilah keturunan) sampai Fatimah. Ini hanyalah suatu kedustaan. Tidak ada satu pun ulama yang menyatakan demikian.

Ahmad bin ‘Abdul Halim juga mengatakan dalam halaman yang sama,  “Sudah diketahui bersama dan tidak bisa disangsikan lagi bahwa siapa yang menganggap mereka di atas keimanan dan ketakwaan atau menganggap mereka memiliki silsilah keturunan sampai Fatimah, sungguh ini adalah suatu anggapan tanpa dasar ilmu sama sekali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al Israa’: 36). Begitu juga Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali orang yang bersaksi pada kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya.” (QS. Az Zukhruf: 86). Allah Ta’ala juga mengatakan saudara Yusuf (yang artinya), “Dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui.” (QS. Yusuf: 81). Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun ulama yang menyatakan benarnya silsilah keturunan mereka sampai pada Fatimah.”

Begitu pula Ibnu Khallikan mengatakan, “Para ulama peneliti nasab mengingkari klaim mereka dalam nasab [yang katanya sampai pada Fatimah].” (Wafayatul A’yan, 3/117-118)

Perhatikanlah pula perkataan Al Maqrizy di atas, begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun, kurang lebih ada 25 perayaan. Bahkan lebih parah lagi mereka juga mengadakan perayaan hari raya orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Al Khomisul ‘Adas (perayaan tiga hari selelum Paskah). Ini pertanda bahwa mereka jauh dari Islam. Bahkan perayaan-perayaan maulid yang diadakan oleh Fatimiyyun tadi hanyalah untuk menarik banyak masa supaya mengikuti madzhab mereka. Jika kita menilik aqidah mereka, maka akan nampak bahwa mereka memiliki aqidah yang rusak dan mereka adalah pelopor dakwah Batiniyyah yang sesat. (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 146, 158)

‘Abdullah At Tuwaijiriy mengatakan, “Al Qodhi Abu Bakr Al Baqillaniy dalam kitabnya ‘yang menyingkap rahasia dan mengoyak tirai Bani ‘Ubaidiyyun’, beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi. Cara beragama mereka lebih parah dari Yahudi dan Nashrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim ‘Ali sebagai ilah (Tuhan yang disembah) atau ada sebagian mereka yang mengklaim ‘Ali memiliki kenabian. Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur dari Yahudi dan Nashrani.

Al Qodhi Abu Ya’la dalam kitabnya Al Mu’tamad menjelaskan panjang lebar mengenai kemunafikan dan kekufuran Bani Fatimiyyun. Begitu pula Abu Hamid Al Ghozali membantah aqidah mereka dalam kitabnya Fadho-ihul Bathiniyyah (Mengungkap kesalahan aliran Batiniyyah).” (Al Bida’ Al Hawliyah, 142-143)

Inilah sejarah yang kelam dari Maulid Nabi. Namun, kebanyakan orang tidak mengetahui sejarah ini atau mungkin sengaja menyembunyikannya. Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:

Pertama: Maulid Nabi tidak ada asal usulnya sama sekali dari salafush sholeh. Tidak kita  temukan pada sahabat atau para tabi’in yang merayakannya, bahkan dari imam madzhab.

Kedua: Munculnya Maulid Nabi adalah pada masa Daulah Fatimiyyun sekitar abad tiga Hijriyah. Daulah Fatimiyyun sendiri dibinasakan oleh Shalahuddin Al Ayubi pada tahun 546 H.

Ketiga: Fatimiyyun memiliki banyak penyimpangan dalam masalah aqidah sampai aliran ekstrim di antara mereka mengaku Ali sebagai Tuhan. Fatimiyyun adalah orang-orang yang gemar berbuat bid’ah, maksiat dan  jauh dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.

Keempat: Merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun yang pertama kali memunculkan perayaan maulid. Dan ini berarti telah ikut-ikutan dalam tradisi orang yang jauh dari Islam, senang berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunannya, telah menyerupai di antara orang yang paling fasiq dan paling kufur. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Baca juga : Perkataan Ust. Firanda Andirja, Lc, MA

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel https://rumaysho.com

Rabu, 6 Rabi’ul Awwal 1430 H

Penghalang seseorang dari kebenaran



yang menyebabkan ia berpaling darinya berikutnya adalah…
.
⚉  Kurangnya pemahaman dalam memahami kebenaran [ قلة الفهم ]
.
Ini merupakan salah satu perkara yang menyebabkan seseorang berpaling dari kebenaran… karena ketika seseorang kurang memahami tentang kebenaran, ia akan berpaling darinya.
Dan hal-hal yang menyebabkan ia kurang dalam memahami kebenaran, diantaranya :
.
1⃣ Kurangnya kecerdasan.
Karena ia kurang cerdas akhinya ia kurang memahami kebenaran yang di sampaikan kepadanya.
Dan ini tentunya perkara yang sesuai dengan kemampuan seorang hamba.
.
Oleh karena itu seseorang semakin cerdas… semakin faham, semakin kurang cerdas… semakin kurang faham.
.
Maka yang seperti ini sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Allah tidak akan membebani kecuali sesuai kemampuannya.
.
2⃣ Sebab kenapa dia tidak paham kebenaran, karena tidak ada keinginan untuk memahaminya,
karena misalnya lebih mencukupkan diri dengan apa yang apa yang ia temukan dari nenek moyangnya… atau karena misalnya mengikuti hawa nafsunya, ia lalai dengan kelezatan dunia dan syahwatnya, sehingga ia tidak ingin memahami kebenaran tersebut. Maka pada waktu itu iapun tidak memahaminya.
.
3⃣ Kenapa seseorang tidak memahami kebenaran ?! bisa jadi karena adanya syubhat,
sehingga karena adanya syubhat akhirnya ia kurang memahami kebenaran yang di sampaikan kepadanya.
.
4⃣ Kemudian juga diantara perkara yang menyebabkan seseorang kurang dalam memahami dalam kebenaran, adanya tujuan yang buruk.
Tujuan yang buruk itu menyebabkan ia tidak memahami kebenaran. Karena ketika hati niatnya sudah tidak baik, maka Allah akan palingkan ia dari pemahaman yang benar, dan ini yang paling buruk karena ia telah mengumpulkan dua perkara yang buruk;
1. Yaitu tujuan yang buruk
2. Yaitu pemahaman yang buruk.
.
Maka yang seperti ini sering kali melihat kebenaran itu sebagai sebuah kebathilan.
Ini hal-hal yang menyebabkan seseorang itu tidak memahami kebenaran.
.
👉🏼  Lalu apa yang harus kita lakukan, ketika kita tidak memahami kebenaran ?
.
1⃣  Kita harus bersungguh-sungguh… dengan sekuat tenaga untuk mencari kebenaran.
.
Pepatah orang Arab berkata MAN JADDA WAJADA
“Siapa sungguh-sungguh ia akan dapat”, terlebih ketika terjadi perselisihan di kalangan Ummat Islam, seringkali kebenaran itu menjadi tersembunyi dan samar karena kebodohan yang merajalela atau syubhat yang kuat, sehingga akhirnya samarlah kebenaran tersebut.
.
Maka jika ia tidak bersungguh-sungguh di dalam mencarinya dan memahaminya, maka disaat itu ia akan terhalang dari kebenaran tersebut
.
2⃣  Dia berusaha bertanya kepada ahlinya.. agar ia bisa memahami kebenaran tersebut.
.
3⃣  Dia selalu minta kepada Allah agar di berikan hidayah dan pemahaman untuk memahami kebenaran.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى

Thursday, November 8, 2018

Bersabar. maka allah akan mecintaimu

Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146]
Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]
نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]
Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.
وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :’Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” [Ar-Ra’d : 23-24]

Wednesday, November 7, 2018

satu gereja masuk islam

Ini adalah sebuah kisah nyata seorang pemuda muslim yang tinggal di Amerika. Kisah ini terjadi pada tanggal 22 Februari 2006.  Semoga Alloh memberikan kita kekuatan dakwah seperti pemuda ini.
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.  Pemuda ini merupakan salah seorang manusia yang diberi nikmat oleh Alloh berupa ilmu tentang agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya.  Selain sebagai seorang pelajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.  Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.  Hubungan mereka akrab.  Keakraban pemuda Arab itu dengan seorang Nasrani dilandasi harapan semoga Allah memberinya hidayah untuk masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika, dan melintas di depan sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.  Si Nasrani akan memasuki gereja tersebut, dan meminta agar pemuda Arab itu turut masuk ke dalam gereja.  Semula pemuda Arab tersebut keberatan dengan permintaan temannya itu, namun karena ia terus didesak, akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaan si Nasrani itu.  Lalu masuklah ia ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika pendeta gereja itu masuk, para hadirin serentak berdiri untuk memberikan penghormatan. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika memandang para hadirin.
Ia pun berkata : “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku berharap ia keluar dari sini.”
Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.
Hingga akhirnya pendeta itu berkata : “Aku minta ia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya.”
Barulah pemuda Arab itu beranjak keluar. Di ambang pintu, ia bertanya kepada si Pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim?”
Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”
Kemudian ia hendak beranjak keluar. Namun si Pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Tujuannya untuk memojokkan dan mempermalukan pemuda tersebut, sekaligus mengokohkan agama dan gerejanya.
Si Pendeta berkata, “Aku akan membiarkan anda keluar dari tempat suci ini setelah aku mengajukan kepada anda 22 pertanyaan, dan anda harus menjawabnya dengan tepat”
Sang pemuda Arab tersebut tersenyum dan berkata, “Silahkan!”
Sang Pendeta pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal:
  1. Sebutkan satu yang tidak akan ada duanya,
  2. Dua yang tidak akan ada tiganya,
  3. Tiga yang tidak akan ada empatnya,
  4. Empat yang tidak akan ada yang limanya,
  5. Lima yang tidak akan ada enamnya,
  6. Enam yang tidak akan ada tujuhnya,
  7. Tujuh yang tidak akan ada delapannya,
  8. Delapan yang tidak akan ada sembilannya,
  9. Sembilan yang tidak akan ada sepuluhnya,
  10. Sesuatu yang bernilai sepuluh,
  11. Sebelas yang tidak akan ada dua belasnya,
  12. Dua belas yang tidak akan ada tiga belasnya,
  13. Tiga belas yang tidak akan ada empat belasnya,
  14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
  15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke surga?
  17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Alloh namun Dia mencelanya?
  18. Sebutkan makhluk yang diciptakan Alloh dengan tanpa ayah dan ibu!
  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang di’adzabdengan api dan siapakan yang terpelihara dari api?
  20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang di’adzabdengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
  21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Alloh dan dianggap besar!
  22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah sinaran matahari?

Mendengar pertanyaan yang aneh dan dibuat-buat tersebut pemuda itu pun tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Alloh. Setelah membaca bismillah ia berkata:
  1. Satu yang tidak mungkin ada duanya ialah Allah
  2. Dua yang tidak mungkin ada tiganya ialah malam dan siang. Alloh berfirman:
    “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Surat Al Isra’, ayat 12)
  3. Tiga yang tidak mungkin ada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan perahu, membunuh seorang anak kecil, dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh. (Surat Al Kahfi, ayat 71-82).
  4. Empat yang tidak mungkin ada limanya adalah empat kitab samawi: Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
  5. Lima yang tidak mungkin ada enamnya ialah shalat lima waktu.
  6. Enam yang tidak mungkin ada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Alloh menciptakan makhluk.
  7. Tujuh yang tidak mungkin ada delapannya ialah langit yang berjumlah tujuh lapisan. Alloh berfirman:
    “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis…” (Surat Al Mulk, ayat 3).
  8. Delapan yang tidak mungkin ada sembilannya ialah malaikat pemikul ‘Arsy Ar-Rahman.Alloh berfirman:
    “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas kepala mereka.” (Surat Al Haaqah, ayat 17).
  9. Sembilan yang tidak ada sepuluhnya adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa AS : Tongkat, Tangan yang bercahaya, Angin topan, Musim Paceklik, Katak, Darah, Kutu dan Belalang
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh adalah kebaikan, Alloh SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al An’am : 160)
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya adalah saudara-saudara Yusuf.
  12. Dua Belas yang tiada tiga belasnya adalah Mukjizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Alloh : “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu. ”  Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (al Baqoroh : 60)
  13. Tiga Belas yang tiada empat belasnya adalah jumlah Saudara Yusuf ditambah ayah dan ibunya.
  14. Adapun yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu subuh.  alloh SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At Takwir : 18)
  15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan srigala.”  Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, “Tak ada cercaan terhadap kalian”  Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “aku akan memohonkan ampun kepada Rabbku.  sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  17. Sesuatu yang diciptakan alloh namun tidak Dia sukai adlaha suara keledai.  Alloh SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jeleknya suara adalah suara keledai.” (Luqman : 19)
  18. Makhluk yang diciptakan alloh tanpa ibu dan bapak adalah Nabi adam, Malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
  19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah iblis, yang diadzab dengan api adalah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.  Alloh SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (al Anbiya)
  20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-Habul Kahfi (penghuni gua)
  21. Pemuda arab itu terus melanjutkan perkataannya.  Ia menjawab pertanyaan yang dibuat-buat dengan jawaban yang sesuai dengan firman Alloh. Walaupun pertanyaan itu sengaja dibuat hanya untuk mempermalukannya, namun pemuda itu mampu menjawabnya dengan tenang.  Hingga sampailah pada jawaban yang terakhir;
  22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting, mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan 2 di bawah sinaran matahari maknanya: pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin pun merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.  Kemudian pemuda itu pun pamit ketika semua sedang terbuai dalam kekaguman terhadap jawabannya.  Namun sebelum pergi, pemuda itu meminta si Pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh si Pendeta.
Pemuda ini berkata: “Apakah kunci surga itu?” Mendengar pertanyaan itu lidah si Pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya namun hasilnya nihil.  Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan ngawurkepadanya dan pemuda itu mampu menjawab semuanya.  Sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan masuk akal, namun anda tidak mampu menjawabnya!”
Pendeta tersebut berkata : “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.”
Mereka menjawab : “Kami akan menjamin keselamatan anda.  Sang Pendeta pun berkata; “Jawabannya ialah Asyhadu alla Ilaaha Illallaah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Lantas si Pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu pun memeluk agama Islam.  Sungguh Alloh telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
Kisah nyata ini diambil dari mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah melalui internet,www.gesah.net. Orang yang berakal (termasuk para pendeta), sebenarnya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad r dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat. Namun apa yang menyebabkan hati para pendeta itu masih tertutup, bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya. Semoga Alloh memberikan hidayah kepada mereka yang mau berpikir.
Ini adalah sebuah kisah nyata seorang pemuda muslim yang tinggal di Amerika. Kisah ini terjadi pada tanggal 22 Februari 2006.  Semoga Alloh memberikan kita kekuatan dakwah seperti pemuda ini.
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.  Pemuda ini merupakan salah seorang manusia yang diberi nikmat oleh Alloh berupa ilmu tentang agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya.  Selain sebagai seorang pelajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.  Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.  Hubungan mereka akrab.  Keakraban pemuda Arab itu dengan seorang Nasrani dilandasi harapan semoga Allah memberinya hidayah untuk masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika, dan melintas di depan sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.  Si Nasrani akan memasuki gereja tersebut, dan meminta agar pemuda Arab itu turut masuk ke dalam gereja.  Semula pemuda Arab tersebut keberatan dengan permintaan temannya itu, namun karena ia terus didesak, akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaan si Nasrani itu.  Lalu masuklah ia ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika pendeta gereja itu masuk, para hadirin serentak berdiri untuk memberikan penghormatan. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika memandang para hadirin.
Ia pun berkata : “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku berharap ia keluar dari sini.”
Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.
Hingga akhirnya pendeta itu berkata : “Aku minta ia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya.”
Barulah pemuda Arab itu beranjak keluar. Di ambang pintu, ia bertanya kepada si Pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim?”
Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”
Kemudian ia hendak beranjak keluar. Namun si Pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Tujuannya untuk memojokkan dan mempermalukan pemuda tersebut, sekaligus mengokohkan agama dan gerejanya.
Si Pendeta berkata, “Aku akan membiarkan anda keluar dari tempat suci ini setelah aku mengajukan kepada anda 22 pertanyaan, dan anda harus menjawabnya dengan tepat”
Sang pemuda Arab tersebut tersenyum dan berkata, “Silahkan!”
Sang Pendeta pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal:
  1. Sebutkan satu yang tidak akan ada duanya,
  2. Dua yang tidak akan ada tiganya,
  3. Tiga yang tidak akan ada empatnya,
  4. Empat yang tidak akan ada yang limanya,
  5. Lima yang tidak akan ada enamnya,
  6. Enam yang tidak akan ada tujuhnya,
  7. Tujuh yang tidak akan ada delapannya,
  8. Delapan yang tidak akan ada sembilannya,
  9. Sembilan yang tidak akan ada sepuluhnya,
  10. Sesuatu yang bernilai sepuluh,
  11. Sebelas yang tidak akan ada dua belasnya,
  12. Dua belas yang tidak akan ada tiga belasnya,
  13. Tiga belas yang tidak akan ada empat belasnya,
  14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
  15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke surga?
  17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Alloh namun Dia mencelanya?
  18. Sebutkan makhluk yang diciptakan Alloh dengan tanpa ayah dan ibu!
  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang di’adzabdengan api dan siapakan yang terpelihara dari api?
  20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang di’adzabdengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
  21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Alloh dan dianggap besar!
  22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah sinaran matahari?

Mendengar pertanyaan yang aneh dan dibuat-buat tersebut pemuda itu pun tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Alloh. Setelah membaca bismillah ia berkata:
  1. Satu yang tidak mungkin ada duanya ialah Allah
  2. Dua yang tidak mungkin ada tiganya ialah malam dan siang. Alloh berfirman:
    “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Surat Al Isra’, ayat 12)
  3. Tiga yang tidak mungkin ada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan perahu, membunuh seorang anak kecil, dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh. (Surat Al Kahfi, ayat 71-82).
  4. Empat yang tidak mungkin ada limanya adalah empat kitab samawi: Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
  5. Lima yang tidak mungkin ada enamnya ialah shalat lima waktu.
  6. Enam yang tidak mungkin ada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Alloh menciptakan makhluk.
  7. Tujuh yang tidak mungkin ada delapannya ialah langit yang berjumlah tujuh lapisan. Alloh berfirman:
    “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis…” (Surat Al Mulk, ayat 3).
  8. Delapan yang tidak mungkin ada sembilannya ialah malaikat pemikul ‘Arsy Ar-Rahman.Alloh berfirman:
    “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas kepala mereka.” (Surat Al Haaqah, ayat 17).
  9. Sembilan yang tidak ada sepuluhnya adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa AS : Tongkat, Tangan yang bercahaya, Angin topan, Musim Paceklik, Katak, Darah, Kutu dan Belalang
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh adalah kebaikan, Alloh SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al An’am : 160)
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya adalah saudara-saudara Yusuf.
  12. Dua Belas yang tiada tiga belasnya adalah Mukjizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Alloh : “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu. ”  Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (al Baqoroh : 60)
  13. Tiga Belas yang tiada empat belasnya adalah jumlah Saudara Yusuf ditambah ayah dan ibunya.
  14. Adapun yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu subuh.  alloh SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At Takwir : 18)
  15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan srigala.”  Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, “Tak ada cercaan terhadap kalian”  Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “aku akan memohonkan ampun kepada Rabbku.  sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  17. Sesuatu yang diciptakan alloh namun tidak Dia sukai adlaha suara keledai.  Alloh SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jeleknya suara adalah suara keledai.” (Luqman : 19)
  18. Makhluk yang diciptakan alloh tanpa ibu dan bapak adalah Nabi adam, Malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
  19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah iblis, yang diadzab dengan api adalah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.  Alloh SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (al Anbiya)
  20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-Habul Kahfi (penghuni gua)
  21. Pemuda arab itu terus melanjutkan perkataannya.  Ia menjawab pertanyaan yang dibuat-buat dengan jawaban yang sesuai dengan firman Alloh. Walaupun pertanyaan itu sengaja dibuat hanya untuk mempermalukannya, namun pemuda itu mampu menjawabnya dengan tenang.  Hingga sampailah pada jawaban yang terakhir;
  22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting, mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan 2 di bawah sinaran matahari maknanya: pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin pun merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.  Kemudian pemuda itu pun pamit ketika semua sedang terbuai dalam kekaguman terhadap jawabannya.  Namun sebelum pergi, pemuda itu meminta si Pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh si Pendeta.
Pemuda ini berkata: “Apakah kunci surga itu?” Mendengar pertanyaan itu lidah si Pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya namun hasilnya nihil.  Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan ngawurkepadanya dan pemuda itu mampu menjawab semuanya.  Sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan masuk akal, namun anda tidak mampu menjawabnya!”
Pendeta tersebut berkata : “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.”
Mereka menjawab : “Kami akan menjamin keselamatan anda.  Sang Pendeta pun berkata; “Jawabannya ialah Asyhadu alla Ilaaha Illallaah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Lantas si Pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu pun memeluk agama Islam.  Sungguh Alloh telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
Kisah nyata ini diambil dari mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah melalui internet,www.gesah.net. Orang yang berakal (termasuk para pendeta), sebenarnya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad r dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat. Namun apa yang menyebabkan hati para pendeta itu masih tertutup, bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya. Semoga Alloh memberikan hidayah kepada mereka yang mau berpikir.

Saturday, November 3, 2018

Bersyukurlah dengan 7 keajaban dunia

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Kuil Angkor.
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..

Isinya seperti ini :

*Tujuh Keajaiban Dunia:*
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
*Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...*

_Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:_

*Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...*

*Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!*

_*Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?*_

◆ *Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...*

◆ *Kita hidup di kota, merindukan kebun...*

◆ *Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?*

◆ *Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?*

◆ *Diam di rumah, inginnya pergi...*

◆ *Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...*

◆ *Waktu tenang, cari keramaian...*

◆ *Waktu ramai, cari ketenangan...*

◆ *Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...*

_*Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...*_

◆ *Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...*

*Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR*
*dengan rahmat yang sudah kita miliki...*

*Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??*

*Menutupi telapak tangan saja sulit...*

*Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,*

*Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana*
*Bumi ini pun akan tampak buruk...*

*Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...*

*Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...*

*SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...*

_*Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,*_
_*dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...*_

_*Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.*_

*Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...*

*Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...*

*Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki...*

*Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.*

*Segeralah berlomba dalam kebaikan...*

#Copas
-
-
-
Mari Gabung Di Grup FB "Indonesia Berdakwah "

Thursday, September 13, 2018

fungsi keyboard in arabic mode

طريقة تشكيل الحروف العربية بلوحة المفاتيح
Shift + E : الضمة
Shift + X : السكون
Shift + Q : الفتحة
Shift + A : الكسرة
Shift + Z : المدة
Shift + W : تنوين فتح
Shift + S : تنوين كسرة
Shift + R : تنوين ضم
Shift + T : لإ
Shift + G : لأ
Shift + Y : إ
Shift + H : أ
Shift + N : آ
Shift + B : لآ
Shift + V : {
Shift + C : }
Shift + F : ]
Shift + D : [
Shift + J : تمديد الحرف
Ctrl + C : نسخ
Ctrl + X : قص
Ctrl + V : لصق
Ctrl + Z : تراجع
Ctrl + A : تعليم الملف
Shift + U : فاصلة معكوسة
Ctrl + ESC : قائمة المهام
Ctrl + Enter : ابتداء صفحة جديدة
Ctrl + Shift : لغة عربية ( يمين )
Ctrl + Shift : لغة إنجليزية ( يسار )
Ctrl + 1 : مسافة مفردة
Ctrl + 5 : مسافة سطر ونصف
Ctrl + 2 : مسافة مزدوجة
Ctrl + G : الانتقال إلى صفحة
Ctrl + END : الانتقال إلى نهاية الملف
Ctrl + F5 : تصغير نافذة الملف
Ctrl + F6 : الانتقال من ملف لأخر
Ctrl + F2 : معاينة الصفحة قبل الطباعة
= + Ctrl : تكبير وتصغير درجة واحدة
F4 : تكرار أخر عملية
Alt + Enter : تكرار أخر عملية
Ctrl + Y : تكرار أخر عملية
Ctrl + F9 : فتح قوسين جاهزين
Shift + F10 : تعداد نقطي ورقمي
F12 : حفظ بأسم
Shift + F12 : حفظ الملف
Ctrl + Home : أول المستند
Ctrl + End : أخر المستند
Shift + F1 : معلومات عن نوع التنسيق
Ctrl + U : سطر تحت النص
Ctrl + F4 : خروج من الملف
Ctrl + N : ملف جديد
Ctrl + H : استبدال
Ctrl + I : خط مائل
Ctrl + K : تنسيق المستند
Ctrl + P : طباعة
Ctrl + O : فتح منطقة
د + Ctrl : تكبير النص
ج + Ctrl : تصغير النص
ذ + Shift : الشدة

Alt + S : قائمة تنسيق
Alt + J : قائمة تعليمات
[ + Alt : قائمة جدول
] + Alt : قائمة أدوات
Alt + U : قائمة عرض
Alt + P : قائمة تحرير
Alt + L : قائمة ملف
“ + Alt : قائمة إطار
Alt + Q : تعديل مسطرة
Ctrl + E : توسيط النص
Ctrl + F : بحث
Ctrl + B : خط أسود
Ctrl+Shift + P : حجم الخط
Ctrl+Shift + S : نمط
Ctrl + D : خط
Ctrl+Shift + K : تحويل الحروف - Capital
Shift + F3 : تحويل الحروف - Capital
Ctrl+Shift + L : وضع نقطة عند بداية النص
Ctrl+Alt + E : حواشي سفلية ترقيم روماني
Ctrl+Alt + R : وضع علامة ®
Ctrl+Alt + T : وضع علامة ™
Ctrl+Alt + C : وضع علامة ©
Ctrl+Alt + I : معاينة الصفحة قبل الطباعة
Shift + F7 : قاموس المرادفات
Ctrl+Alt + F1 : معلومات النظام
Ctrl+Alt + F2 : فتح الدلائل
Ctrl + J : تسوية النص من الجانبين
Ctrl + L : بداية النص من الجانب الأيسر
Ctrl + Q : بداية النص من الجانب الأيمن
Ctrl + E : توسيط النص
Ctrl + M : تغيير المقاس الأعلى للفقرة
Shift + F5 : رجوع إلى الموضع الذي انتهيت منه عند إغلاق الملف
= + Ctrl + Alt : تخصيص
F3 : إدخال نص تلقائي
F9 : تدقيق حقول
F10 : تحريك إطار لفتح النوافذ
F1 : تعليمات
F5 : الانتقال إلى
F7 : تدقيق إملائي
F8 : تعليم منطقة
------------------
شارك المنشور فضلا و اكتب تعليقا و لو حرفا ليصلك جديدنا

#منقول للفائدة ..