بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
ada seseorang laki-laki yang ia sudah menikah bertanya kepada seorang syekh dalam perkara pandangannya kepada wanita yang selain istrinya.
“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.
Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.
Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.
Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”
Syekh berkata: ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ!؟
“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”
Laki-laki penanya: “Iya, mau.”
Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”
Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”
Syekh itu melanjutkan: ليس الأمر في عرسك ، وإنما هو في قلبك الطامع وبصرك الزائغ ، ولا يملأ عين ابن آدم الا التراب
“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”
Rasulullah bersabda:
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.
Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.
Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.
Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”
Syekh berkata: ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ!؟
“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”
Laki-laki penanya: “Iya, mau.”
Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”
Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”
Syekh itu melanjutkan: ليس الأمر في عرسك ، وإنما هو في قلبك الطامع وبصرك الزائغ ، ولا يملأ عين ابن آدم الا التراب
“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”
Rasulullah bersabda:
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.
Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”
“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.
Syekh: فاغضض ﺑﺼﺮﻙ ، فإن من ارتضى بحلاله رزق الكمال فيه
“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.
Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”
“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.
Syekh: فاغضض ﺑﺼﺮﻙ ، فإن من ارتضى بحلاله رزق الكمال فيه
“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.
catatan maka jauhkanlah dari pandangan pandangan yang membuat mu tergoda, tutup dan tundukkan pandangan saat berbicara dengan lawan jenis.. tidak mendayu-dayu dan bersyukurlah dengan apa yang telah dikaruniai allah.
pesan ini tidak hanya untuk laki-laki namun perempuan.
pesan ini tidak hanya untuk laki-laki namun perempuan.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dalil-Dalil dan Keutamaan Ghadul Bashar (Menundukan Pandangan dari aurat yang haram dilihat atau dari bagian tubuh yang mendatangkan madharat jika dilihat walau bukan aurat, misalnya wajah wanita yang bukan mahromnya))
*Dari Jarir bin Abdullah rodiallahu anhu berkata:’saya bertanya kepada Rasulullah Shallalahu alaihi wasalam tentang pandangan yang tiba-tiba,maka beliau memerintahkan saya untuk memalingkan pandangan’ Hadits Shahih Riwayat Muslim
*Al Imam AnNawawi berkata: makna pandangan tiba-tiba adalah pandangan kepada wanita asing yang bukan mahram tanpa sengaja, tidak ada dosa baginya pada awal pandangan dan wajib memalingkannya pada saat itu juga. Karena kalau dipalingkan saat itu juga maka dia tidak berdosa, akan tetapi apabila terus-menerus memandang maka berdosalah dia. Karena perintah Rasulullah adalah untuk memalingkannya.
*Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Buraidah, dia berkata: ‘Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda kepada Ali. “Wahai Ali, jangan kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan,sesungguhnya bagimu hanya pandangan pertama, dan bukan yang terakhir”‘ Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi,Abu Dawud dan dalam Shahih Abu Dawud karya Al Albani.
*Al Hafizh AbuBakr Al Amiry berkata:’yaitu pandangan yang pertama adalah pandangan yang tiba-tiba tanpa kesengajaan, maka bagimu maaf, tanpa dosa. Dan tidak boleh bagimu pandangan yang kedua apabila kamu mengikutkannya maka itulah dosa.
*“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An nur : 30)
“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,.” (An Nuur : 31)
Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menundukkan pandangan, semoga bermanfaat.
1. Mensucikan hati dari pedih dan sakitnya sebuah penyesalan
2. Menundukan dan menahan pandangan akan mewariskan dan melahirkan ketajaman firasat
3. Menundukkan dan menjaga pandangan akan membukakan jalan-jalan ilmu dan pintunya
4. Dengan menundukkan pandangan akan melahirkan kekuatan hati, keteguhan dan keberaniannya
5. Menundukan pandangan akan melahirkan kebahagiaan dan kegembiraan dihati, serta kelapangan di dada yang mana lebih besar daripada kenikmatan yang diperoleh dari pandangan itu sendiri
6. Dengan menundukan pandangan akan membersihkan hati dari kungkungan dan tawanan syahwat
7. Menundukkan pandangan dan menjaganya akan menutup satu pintu dari pintu-pintu jahannam
8. Menundukkan pandangan akan menambah kekuatan daya dan akalnya
9. Menundukkan pandangan akan membersihkan dan mensucikan hati dari debu dan kotoran syahwat serta daki-daki kelalaian (QS. 15:72)
Dalil-Dalil dan Keutamaan Ghadul Bashar (Menundukan Pandangan dari aurat yang haram dilihat atau dari bagian tubuh yang mendatangkan madharat jika dilihat walau bukan aurat, misalnya wajah wanita yang bukan mahromnya))
*Dari Jarir bin Abdullah rodiallahu anhu berkata:’saya bertanya kepada Rasulullah Shallalahu alaihi wasalam tentang pandangan yang tiba-tiba,maka beliau memerintahkan saya untuk memalingkan pandangan’ Hadits Shahih Riwayat Muslim
*Al Imam AnNawawi berkata: makna pandangan tiba-tiba adalah pandangan kepada wanita asing yang bukan mahram tanpa sengaja, tidak ada dosa baginya pada awal pandangan dan wajib memalingkannya pada saat itu juga. Karena kalau dipalingkan saat itu juga maka dia tidak berdosa, akan tetapi apabila terus-menerus memandang maka berdosalah dia. Karena perintah Rasulullah adalah untuk memalingkannya.
*Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Buraidah, dia berkata: ‘Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda kepada Ali. “Wahai Ali, jangan kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan,sesungguhnya bagimu hanya pandangan pertama, dan bukan yang terakhir”‘ Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi,Abu Dawud dan dalam Shahih Abu Dawud karya Al Albani.
*Al Hafizh AbuBakr Al Amiry berkata:’yaitu pandangan yang pertama adalah pandangan yang tiba-tiba tanpa kesengajaan, maka bagimu maaf, tanpa dosa. Dan tidak boleh bagimu pandangan yang kedua apabila kamu mengikutkannya maka itulah dosa.
*“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An nur : 30)
“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,.” (An Nuur : 31)
Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menundukkan pandangan, semoga bermanfaat.
1. Mensucikan hati dari pedih dan sakitnya sebuah penyesalan
2. Menundukan dan menahan pandangan akan mewariskan dan melahirkan ketajaman firasat
3. Menundukkan dan menjaga pandangan akan membukakan jalan-jalan ilmu dan pintunya
4. Dengan menundukkan pandangan akan melahirkan kekuatan hati, keteguhan dan keberaniannya
5. Menundukan pandangan akan melahirkan kebahagiaan dan kegembiraan dihati, serta kelapangan di dada yang mana lebih besar daripada kenikmatan yang diperoleh dari pandangan itu sendiri
6. Dengan menundukan pandangan akan membersihkan hati dari kungkungan dan tawanan syahwat
7. Menundukkan pandangan dan menjaganya akan menutup satu pintu dari pintu-pintu jahannam
8. Menundukkan pandangan akan menambah kekuatan daya dan akalnya
9. Menundukkan pandangan akan membersihkan dan mensucikan hati dari debu dan kotoran syahwat serta daki-daki kelalaian (QS. 15:72)
No comments:
Post a Comment