Monday, December 9, 2019

Mengapa Hiroshima bisa dihuni sekarang? Padahal waktu paruh Uranium-235 adalah 700 juta tahun.

Saya memiliki uranium di dapur saya, dan sebagian besar memiliki waktu paruh 4,468 miliar tahun, namun dapur saya aman-aman saja kok (kecuali anjing saya pipis disitu hehe). Sebenarnya bukan tentang jangka paruh waktu dari benda radioaktif yang harus dikhawatirkan.


Pertama, inti bom nuklir memiliki sekitar 20% U-238 yang mana sama dengan permukaan granit di dapur saya. Secara radiologis, bahan-bahan tersebut hampir tidak berbahaya, karena energi besar yang tersimpan dalam nukleusnya dilepaskan dalam periode waktu yang sama luasnya, dan dalam bentuk sebagian besar partikel alfa, yang sama sekali tidak berbahaya kecuali terhirup atau tertelan.
Faktanya, kalium-40 yang ada di tulang Anda jauh lebih berbahaya — secara radiologis — daripada uranium alami, dan sama berbahayanya dengan U-235 yang biasa digunakan untuk membuat bom. Lebih buruk lagi, kalium-40 ada di dalam diri Anda (dan di dalam setiap makhluk hidup di Bumi).
Setiap menit dalam hidup Anda, kalium-40 di dalam tubuh Anda mengalami peluruhan sekitar beberapa ratus ribu atom. Dan memancarkan partikel alfa, yang dapat membunuh atau merusak sel-sel di dekatnya. Beberapa di antaranya memancarkan partikel beta atau bahkan foton dari energi gamma, yang bahkan lebih buruk. Namun, kita masih aman-aman saja toh?
Bagaimana bisa? Karena kita berevolusi untuk menanganinya. Tubuh kita secara rutin memperbaiki dari paparan kecil radiasi, dan dari studi lapangan kita tahu bahwa makhluk hidup — termasuk manusia — dapat dengan aman menampung paparan yang jauh, jauh lebih tinggi daripada itu. Kami menetapkan batas paparan di industri karena jika terjadi sesuatu maka itu adalah tanggung jawab industri tersebut, tetapi alam telah menetapkan batasnya jauh lebih tinggi — karena memang harus demikian.
Bahaya utama dari unsur uranium dalam bom adalah karena uranium termasuk logam yang secara kimia beracun, lalu meledak dan menyebar oleh angin, ia dengan cepat bereaksi dengan bahan kimia lain yang ada di lingkungan atau bergabung dengan jutaan ton uranium alami yang secara alamiah ada di lautan Bumi.
Bahaya sebenarnya terjadi dari reaksi fisi bom nuklir, yang menyebabkan kilat, ledakan, ledakan radiasi sesaat pada saat pembelahan (fisi). Di Hiroshima, ledakan radiasi itu berupa sinar-X dan neutron. Sinar-X semua diserap oleh udara yang kemudian menciptakan bola api, ketika senjata itu meledak seribu sembilan ratus kaki di atas tanah. Sedangkan neutron dapat mencapai permukaan tanah dan memecahkan inti atom (nuclei) dari benda yang ada di permukaan tanah tersebut, yang membuat hasil ledakan yang sangat radioaktif.
Materi ini, dalam bentuk isotop yang sangat berumur pendek, kemudian terus memecah dan melepaskan sejumlah besar radiasi berbahaya sampai akhirnya, dalam waktu satu minggu semua radiasi mulai menghilang. Setelah itu, ada beberapa isotop yang tersisa dengan paruh waktu menengah, beberapa di antaranya berbahaya bagi manusia. Khususnya, yodium yang merupakan ancaman karena dapat terkonsentrasi di tiroid dan menyebabkan kanker, meskipun hal ini tidak akan terjadi pada orang yang sudah mendapatkan banyak yodium dalam makanan mereka (dan kebanyakan orang Jepang mengkonsumsi makanan yang mengandung yodium). Selanjutnya adalah strontium-90 yang juga terdapat dalam tulang manusia, menyebabkan leukemia, karena merupakan analog kimia (identik) dengan kalsium.
Tetapi bom Hiroshima sebenarnya tidak begitu berhasil. Karena reaksi fisi yang kurang dari 2% dari inti bomnya, menghasilkan radiasi yang relatif sedikit. Semua zat yang panas hilang dalam beberapa hari. Yodium secara efektif hilang dalam beberapa bulan. Strontium secara efektif hilang dalam beberapa tahun. Dan hari ini, tidak ada yang tersisa secara fungsional.
Hiroshima masih radioaktif, begitu juga New York. Begitu juga Anda. Intinya semua Bumi adalah radioaktif, tetapi kita dapat menerimanya, karena masih dalam batas aman. Kita semua berevolusi , dan radiasi bukanlah wabah penyakit maut yang ajaib.
Tetapi sebenarnya, sebagian besar manusia terpapar oleh radiasi tidak wajar berasal dari unsur Radon yang dilepaskan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU), dan polusi dari PLTU tersebut membunuh puluhan ribu orang per tahun.

Penerjemah: Gambar diatas adalah peta radiasi matahari global yang menunjukkan jumlah radiasi matahari langsung, pancaran radiasi, dan radiasi yang terpantul. Radiasi matahari adalah energi radiasi yang dipancarkan oleh matahari dari reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi elektromagnetik. —Sumber: AmbientWeather
Untuk melihat peta yang lebih interaktif, Anda dapat mengunjungi: Global Solar Atlas
Terima kasih!

Monday, July 29, 2019

Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian

Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian

Dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
Kami pernah mengiringi jenazah orang anshar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi, Rasulullah duduk menghadap kiblat. Kamipun duduk di sekitar beliau dengan khusyu, seolah di kepala kami ada burung.

Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda,
استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا)
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (tiga kali).
Kemudian beliau menceritakan proses perjalanan ruh mukmin dan kafir.
Sesungguhnya hamba yang beriman ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah malaikat dari langit, wajahnya putih, wajahnya seperti matahari. Mereka membawa kafan dari surga dan hanuth (minyak wangi) dari surga. Merekapun duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihis salam. Dia duduk di samping kepalanya, dan mengatakan, ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.’ Keluarlah ruh itu dari jasad, sebagaimana tetesan air keluar dari mulut ceret, dan langsung dipegang malaikat maut. Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut.
Mereka memberinya kafan dan hanuth itu. Keluarlah ruh itu dengan sangat wangi seperti bau parfum paling wangi yang pernah ada di bumi. Para malaikat inipun naik membawa ruh itu. Setiap kali ketemu dengan malaikat yang lain, mereka akan bertanya: ‘Ruh siapakah yang baik ini?’ Mereka menjawab, ‘Fulan bin Polan’ – dengan nama terbaik yang pernah dia gunakan di dunia –. Hingga sampai di langit dunia. Mereka minta agar pintu langit dibukakan, lalu dibukakan. Mereka naik menuju langit berikutnya, dan diikuti para malaikat langit dunia. Hingga sampai di langit ketujuh. Kemudian Allah berfirman, ‘Tulis catatan amal hamba-Ku di Illiyin.’
“Tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis, Disaksikan oleh para malaikat”
“Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena dari bumi Aku ciptakan mereka, ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk kedua kalinya.” Maka dikembalikanlah ruhnya ke jasadnya. Kemudian mayit mendengar suara sandal orang yang mengantarkan jenazahnya sewaktu mereka pulang setelah pemakaman.
Kemudian datanglah dua malaikat yang keras gertakannya. (dalam riwayat lain: warnanya hitam biru) Lalu mereka menggertaknya, dan mendudukkan si mayit.
Mereka bertanya: ‘Siapa Rabmu?’ Si mukmin menjawab, ‘Rabku Allah.’ ‘Apa agamamu?’, tanya malaikat. ‘Agamaku islam’ jawab si mukmin. ‘Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?’ Si Mukmin menjawab, ‘Dia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Sang malaikat bertanya lagi, ‘Bagaimana amalmu?’ Jawab Mukmin, ‘Saya membaca kitab Allah, saya mengimaninya dan membenarkannya.’
Pertanyaan malaikat: ‘Siapa Rabmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?’ Inilah ujian terakhir yang akan diterima seorang mukmin. Allah memberikan keteguhan bagi mukmin untuk menjawabnya, seperti firman-Nya,
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat..” (QS. Ibrahim: 27)
Sehingga dia bisa menjawab: Rabku Allah, agamaku islam, Nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tiba-tiba ada suara dari atas, “Hambaku benar, bentangkan untuknya surga, beri pakaian surga, bukakan pintu surga untuknya.” Diapun mendapatkan angin surga dan wanginya surga, dan kuburannya diluaskan sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah orang yang wajahnya sangat bagus, pakaiannya bagus, baunya wangi. Dia mengatakan, ‘Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkanmu. Kabar gembira dengan ridha Allah dan surga nan penuh kenikmatan abadi. Inilah hari yang dulu kamu dijanjikan.’ Si mayit dengan keheranan bertanya, ‘Semoga Allah juga memberi kabar gembira untuk anda. Siapa anda, wajah anda mendatangkan kebaikan?’ Orang yang berwajah bagus ini menjawab, ‘Saya amal sholehmu.’ [suhnahallah.., amal shaleh yang menemani kita di kesepian, menemani kita di kuburan]
Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan pintu neraka. Ketika melihat ke neraka, disampaikan kepadanya: ‘Itulah tempatmu jika kamu bermaksiat kepada Allah. Dan Allah gantikan kamu dengan tempat yang itu.’ Kemudian si mayit menoleh ke arah surga.
Melihat janji surga, si mayit berdoa: ‘Wahai Rabku, segerakanlah kiamat, agar aku bisa berjumpa kembali ke keluarga dan hartaku.’ Lalu disampaikan kepadanya: ‘Tenanglah.’
Sementara hamba yang kafir, ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah para malaikat dari langit, yang bengis dan keras, wajahnya hitam, mereka membawa Masuh (kain yang tidak nyaman digunakan) dari neraka. Mereka duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut, dan duduk di samping kepalanya. Dia memanggil, ‘Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju murka Allah.’
Ruhnya ketakutan, dan terpencar ke suluruh ujung tubuhnya. Lalu malaikat maut menariknya, sebagaimana gancu bercabang banyak ditarik dari wol yang basah. Sehingga membuat putus pembuluh darah dan ruang tulang. Dan langsung dipegang malaikat maut. Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut. Kemudian diberi masuh yang mereka bawa. Ruh ini keluar dengan membawa bau yang sangat busuk, seperti busuknya bau bangkai yang pernah ada di muka bumi. Merekapun naik membawa ruh ini. Setiap kali mereka melewati malaikat, malaikat itupun bertanya, ‘Ruh siapah yang buruk ini?’ Mereka menjawab, ‘Fulan bin Fulan.’ – dengan nama yang paling buruk yang pernah dia gunakan ketika di dunia – hingga mereka sampai di langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan, namun tidak dibukakan. Ketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
(Orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya), tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. (QS. Al-A’raf: 40)
Kemudian Allah berfirman, ‘Tulis catatan amal hamba-Ku di Sijjin, di bumi yang paling dasar.’ Kemudian dikatakan, ‘Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena Aku telah menjanjikan bahwa dari bumi Aku ciptakan mereka, ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk kedua kalinya.’ Kemudian ruhnya dilempar hingga jatuh di jasadnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ
Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. Al-Haj: 31)
Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sehingga dia mendengar suara sandal orang mengiringi jenazahnya ketika pulang meninggalkan kuburan. Kemudian datanglah dua malaikat, gertakannya keras. Merekapun menggertak si mayit dan mendudukkannya. Mereka bertanya: ‘Siapa Rabmu?’ Si kafir menjawab, ‘hah..hah.. saya gak tahu.’ ‘Apa agamamu?’, tanya malaikat. ‘hah..hah.. saya gak tahu,’ jawab si kafir. ‘Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?’ Si kafir tidak kuasa menyebut namannya. Lalu dia digertak: “Namanya Muhammad!!”, si kafir hanya bisa mengatakan, ‘hah..hah.. saya gak tahu. Saya cuma mendengar orang-orang bilang seperti itu.’ Diapun digertak lagi: “Kamu tidak tahu dan tidak mau tahu.” Tiba-tiba ada suara dari atas, “Hambaku dusta, bentangkan untuknya neraka, bukakan pintu neraka untuknya.”
Diapun mendapatkan panasnya neraka dan racun neraka. Kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya berserakan. Lalu datanglah orang yang wajahnya sangat buruk, berbaju jelek, baunya seperti bangkai. Dia mengatakan: ‘Kabar buruk untukmu, inilah hari dimana dulu kau dijanjikan.’ Si mayit kafirpun menjawab, ‘Kabar buruk juga untukmu, siapa kamu? Wajahmu mendatangkan keburukan.’ Orang ini menjawab, ‘Saya amalmu yang buruk.’ – Allahul musta’an, amal buruk itu semakin menyesakkan pelakunya di lahatnya – kemudian dia diserahkan kepada makhluk yang buta, tuli, dan bisu. Dia membawa pentungan! Andaikan dipukulkan ke gunung, niscaya akan jadi debu. Kemudian benda itu dipukulkan ke mayit kafir, dan dia menjadi debu. Lalu Allah kembalikan seperti semula, dan diapun memukulnya lagi. Dia berteriak sangat keras, bisa didengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia. Lalu dibukakan untuknya neraka dan disiampkan tempatnya di neraka. Diapun memohon: ‘Ya rab, jangan Engkau tegakkan kiamat.’
Hadis ini diriwayatkan Ahmad 18543, Abu Daud 4753, Syuaib Al-Arnauth menyatakan, Sanadnya shahih. Al-Albani menyatakan hadis ini hadis yang shahih.


Read more https://konsultasisyariah.com/18139-perjalanan-ruh-setelah-kematian.html

Sunday, March 24, 2019

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ،

 فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ،

 يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ،

 فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ،

 وَيَبْقَى عَمَلُهُ


Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)


‘Ali bin Muhammad Abul Hasan Nuruddin Al-Mala Al-Harawi Al-Qari (meninggal dunia tahun: 1014 H) menyatakan bahwa seseorang ketika mati ada tiga yang mengikutinya hingga ke kubur. Pertama adalah keluarganya, yaitu anak dan kerabatnya, begitu pula sahabat dan kenalannya. Kedua adalah hartanya, seperti budak laki-laki atau perempuannya, juga hewan tunggangannya. Ketiga adalah amalannya, yaitu amal baik atau buruk yang pernah ia lakukan. Keluarga dan harta tadi akan kembali. Yang tersisa hanyalah amalnya yang menemani ia di kubur. (Mirqah Al-Mafatih Syarh Misykah Al-Mashabih, 8: 3235. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 199542)

Monday, February 18, 2019

Berlindung dari Empat Perkara pada Tasyahud Akhir



(Hadits no. 1423)

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ )) . رواه مسلم .
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 588]

Penjelesan:

1- Dianjurkan membaca doa ini pada tasyahud akhir, bukan tasyahud awal karena biasa tasyahud awal lebih singkat bacaannya. Dalam Sunan Abu Daud disebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian selesai dari tasyahud akhir, maka mintalah perlindungan dari empat perkara …” (HR. Abu Daud, no. 983; shahih)
2- Seorang hamba yang beriman hendaklah meminta perlindungan pada Allah dari Jahannam.
3- Siksa dan nikmat kubur benar adanya. Hal ini didukung dengan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijmak.
4- Yang dimaksud berlindung dari fitnah ketika hidup adalah tergoda dengan dunia, syahwatnya, kebodohan di dalamnya, yang paling besar adalah godaan saat akan meninggal dunia. Sedangkan fitnah mati adalah ujian setelah kematian. Ada juga ulama yang menerangkan bahwa fintah hidup adalah cobaan ketika hidup dan hilangnya kesabaran, sedangkan fitnah mati adalah pertanyaan di alam kubur. Inilah penjelasan hadits no. 983 dari Sunan Abi Daud dalam ‘Aun Al-Ma’bud.
5- Al-Masih Ad-Dajjal adalah musibah besar yang ada di akhir zaman sehingga seorang muslim wajib meminta perlindungan pada Allah dari-Nya.

Referensi:

  1. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:453.
  2. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm. 5:79.
  3. Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaraful Haq Muhammad Syaraf Ash-Shidiqi Al-‘Azhim Abadi. Penerbit Darul Fayha’. 3:212-213.

Disusun di Perpus Rumaysho, 6 Shafar 1439 H, Malam Kamis
Artikel Rumaysho.Com

Friday, January 25, 2019

🍃 LURUSKAN NIATMU KETIKA MENGHADIRI MAJLIS ILMU 🍃

 🍃 LURUSKAN NIATMU KETIKA MENGHADIRI MAJLIS ILMU 🍃

🔸 Berkata Ibnu Hazm rahimahullah :

   Apabila engkau menghadiri majelis 'ilmu, maka janganlah kehadiranmu melainkan untuk :

■ Menambah 'ilmu dan pahala,

■ Bukan sekedar hadir dan merasa cukup dengan ilmu yang engkau miliki,

■ Bukan pula dalam rangka mencari kesalahan untuk engkau cela,
     
■ Ataukah mencari sesuatu yang ganjil untuk engkau sebarkan,

Karena hal tersebut merupakan perbuatan orang-orang rendah yang tidak akan beruntung dalam 'ilmu selama-lamanya.

📚 Lihat kitab : [Al-Akhlak Was Siyar Fi Mudaawaati An-Nufus, Hal : 92]

✍🏻 Ustadz Abu Abdillah Sahl hafizhahullah

_°•°•°•°•°_
[10:09, 1/26/2019] Ustad Ruslan: 🎥 مباشر
(Siaran langsung)

"Tabligh Akbar Bangka Belitung" 🎥

Sabtu, 19 jumadal ula 1440H/26 Jan 2019

📋Tema: "Pembatal-Pembatal Keislaman."

👤 Bersama:

Ustadz Andy Octavian, S.Si, M.Sc, PHd hafidzahullah dan
Ustadz Amir as-Soronji, Lc, M. Pdi حفظه الله

Di Masjid Nurul Huda, Unmet, Muntok

📺 Saksikan dan Simak bersama!

Bagi kaum muslimin yang ingin berta'awun Membangun yayasan Minhajussunnah bangka belitung bisa menyalurkan bantuannya melalui:

| Bank Muamalat Indonesia
| No. Rek. 371- 0045-803
| a/n Yayasan Minhajussunnah Bangka Belitung

Dengan format:

Nama#alamat#PPL(Pengadaan Perangkat Live)#Nominal

Contoh:

Abdullah#Pangkalpinang#PPL#100.000

Konfirmasi ke:

+62 823-7858-4408(Sdr. Gery)


Wednesday, January 23, 2019

🌹 Do'a Agar Rumah Tangga Bahagia 🌹

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


Yang Artinya :

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon: 74)

Bagi kaum muslimin yang ingin berta'awun Membangun yayasan Minhajussunnah bangka belitung bisa menyalurkan bantuannya melalui:

| Bank Muamalat Indonesia
| No. Rek. 371- 0045-803
| a/n Yayasan Minhajussunnah Bangka Belitung

Dengan format:

Nama#alamat#PPL(Pengadaan Perangkat Live)#Nominal

Contoh:

Abdullah#Pangkalpinang#PPL#100.000

Konfirmasi ke:

+62 823-7858-4408(Sdr. Gery)

jazaakumullahu khoiron..

🌹 Kunci Rumah Tangga Bahagia 🌹

🌹 Kunci Rumah Tangga Bahagia 🌹

➖➖➖➖➖➖➖

ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
 Ahad, 14 Jumadil Awal 1440 ( 20 Januari 2019)

🕌 Masjid Al Furqon, Kompleks Perumahan PT Timah, Pangkalpinang - Bangka

➖➖➖➖➖

Menghadiri Majlis ilmu Agama memiliki banyak keutamaan,
diantaranya akan ALLAH mudahkan jalan menuju surgaNya, mendatangkan ketenangan,

maka perlu mengetahui kunci dalam menuntut ilmu agama, yaitu :

1. membersihkan wadah ilmu (hati)
luruskan niat dengan ikhlas, krna menuntut ilmu adalah ibadah yg mulia

2. bersemangat dan sungguh-sungguh

3. Berdo'a kepada ALLAH subhaanahu wa ta'ala

doa adalah kunci kebaikan dunia dan akhirat

4. istiqomah dan sabar

sgala sesuatu yg berharga diraih dengan kesabaran dan istiqomahan ( rutin dan tekun )

5. Adab dan Akhlak yang Baik

dengan adab yang baik maka akan mudah mendapat ilmu, karna
ilmu dibangun dengan cinta dan kasih sayang
➖➖➖➖➖

Kunci Rumah Tangga Bahagia

islam adalah agama yg sempurna, semua dibahas secara lengkap.

sahabat Abu Dzar Al ghifari Rodhiyallahu anhu :
" Rosulullah wafat meninggalkan kami, tidak ada satupun yang tertinggal, melainkan semua sudah disampaikan ke kami "

pernikahan adalah ibadah yg mulia di mana banyak terdapat  keberkahan di dalam nya.

(surah An Nisa ayat 3
tentang anjuran menikah)

____

manfaat menikah :

1. akan timbul ketenangan
2. tumbuh kasih sayang
3. menjaga kehormatan diri dari dosa syahwat

sumber kehancuran ada 2 :
- syubhat
yaitu kehancuran yg dapat  mengikis akidah dan keimanan

- sahwat
yaitu kehancuran yang dapat mengikis iman, yang menjerumuskan pada dosa2.

4. memperoleh keturuan
___


kebahagian sesungguhnya
 bukanlah di dunia, tetapi kebahagiaan sesungguhnya  ketika menginjak kaki di surga bersama keluarga2 tercinta..


untuk menjaga kebahagian rumah tangga, maka perlu pondasi-pondasi yang kokoh

Pondasi Rumah Tangga Bahagia :
____

1⃣. Keimanan Yang kokoh

iman ini lah yg membuat hati bahagia
iman menjadi pasangan yang baik agamanya, akhlaknya dan aqidahnya

krna iman ini lah membuat kebahagiaan yg awet
Niatkan Tujuan nya Ibadah
bersama sama bergandengan Tangan dalam meraih Ridho ALLAH subhaanahu wa ta'ala

Saling menjaga Kepercayaan dengan iman yang kokoh

Bersabar dengan Ujian , maka perlu keimanan agar lulus dengan ujian
____

2⃣. Ilmu Agama ( teori )

ilmu adalah lentera di dalam kegelapan, untuk memudahkan perjalanan rumah tangga menuju jalan yang benar.

maka pelajari fiqh pernikahan, pelajari hak dan kewajiban suami istri

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam mengetahui karakter Asyiah ketika lagi cinta dan lagi ngambek

oleh karena itu disamping ilmu agama, sangat perlu  mengetahui karakter pasangan.
___

3⃣ Melaksanakan Kewajiban dan memenuhi Hak pasangan ( amal )
__
Kewajiban sebagai Suami :
- menafkahi keluarga
- mendidik istri dan anak dengan penuh kelembutan , menyelamatkan mereka dari api neraka (ini tugas paling berat bagi suami)

- berakhlak yg baik kepada istri dan anak
__

kewajiban sebagai istri:
- Taat kepada suami ( selagi tdk melanggar syari'at agama)
- bersyukur terhadap pemberian suami ( Qonaah )
-  berpenampilan yang cantik di hadapan suami,
dandanan nya wanita hanya untuk suami
- menyambut suami ketika pulang kerja dengan senyuman
___

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
" mayoritas penghuni neraka adalah para wanita ".
seorang wanita bertanya : " kenapa ya Rosulullah ?

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam mnjawab :
" karna kebanyakan mereka mengingkari kebaikan suami serta banyak mengeluh "
___

4⃣ Saling membantu Pekerjaan rumah tangga

suami istri digambarkan ibarat kan pakaian bagi keduanya,
(Al Baqoroh : 187 )

apa hubungannya ?
____

fungsi pakaian ada 3

1. melindungi dari panas
melindungi dari kedinginan

maka dari itu, suami istri harus saling melindungi dari api neraka

2. menutupi aurat

begitu pula suami istri, untuk saling menutupi aib dan keburukan suami istri

3. Perhiasan

saling mendukung , saling menghibur dan menasehati ketika suami istri ada masalah
____

5⃣ Sabar dan mudah memaafkan

dalam perjalanan rumah tangga pasti ada masalah dan ujian, mama suami istri dianjurkan untuk sabar

sabar ad 2 macam :
- sabar dalam melaksanakan peintah2 ALLAH
- sabar dalam menjauhi larangan2 ALLAH
- sabar dalam menghadapi ujian

ketika terjadi pertengkaran dalam rumah tangga merupakan suatu hal yg wajar terjadi
maka butuh kesabaran..

tabiatnya wanita adalah mudah ngambekan
maka para suami lebih dituntut untuk menjadi Penyabar dan Pengalah

sedangkan para istri dituntut untuk
ingat selalu kebaikan2 suami ,
___

6 Akhlak yang baik ( Romantis )

dalam rumah tangga kita diajarkan untuk berakhlak yg baik, senantiasa romantis

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam adalah suri tauladan bagi ummat islam
dalam segala hal termasuk urusan akhlak dan romantis terhadap istrinya

diantara romantis Rosulullah shallallahu alaihi wasallam terhadap istrinya :
-. memanggil istri engan panggilan kesayangan yg khusus
- mengajak istri lomba lari
-. mencium istri saat pamitan pergi
dll

7⃣. Perbanyak Do'a untuk kebaikan rumah tangga

memohon kepada ALLAH agar ALLAH jaga rumah tangga dari segala permasalahan, serta dimudahkan dalam meraih surgaNYA..

wallahu a'lam
___

( dirangkum oleh : البنجه مُبِين)
mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan..
➖➖➖➖➖➖➖
Yuk ikut mendukung dan membantu Media Dakwah Dan Kegiatan Sosial
Babel Bertauhid

dengan berdonasi melalui :

Bank Syariah Mandiri
Kode Bank : 451

No. Rekening :
712 – 3251 – 444
(a/n. Babel Bertauhid)

Bagi kaum muslimin yang ingin berta'awun Membangun yayasan Minhajussunnah bangka belitung bisa menyalurkan bantuannya melalui:

| Bank Muamalat Indonesia
| No. Rek. 371- 0045-803
| a/n Yayasan Minhajussunnah Bangka Belitung

Dengan format:

Nama#alamat#PPL(Pengadaan Perangkat Live)#Nominal

Contoh:

Abdullah#Pangkalpinang#PPL#100.000

Konfirmasi ke:

+62 823-7858-4408(Sdr. Gery)

jazaakumullahu khoiron..

Friday, December 7, 2018

Berdo'alah meski tidak dalam keadaan sulit

Berdoalah kepada Allah, meminta segala sesuatu, dari perkara besar sampai perkara kecil-kecil. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

يا عبادي ! كلكم جائعٌ إلا من أطعمتُه . فاستطعموني أُطعمكم . يا عبادي ! كلكم عارٍ إلا من كسوتُه . فاستكسوني أكْسُكُم

“Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim no. 2577).

Perhatikan, urusan makan dan pakaian, Allah perintahkan kita untuk meminta kepada-Nya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِر ، فَإِنَّمَا يَسأَلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla” (HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 437).

Aisyah radhiallahu ta’ala ‘anha juga mengatakan:

سَلُوا اللَّهَ كُلَّ شَيءٍ حَتَّى الشِّسعَ

“Mintalah kepada Allah bahkan meminta tali sendal sekalipun” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/42, Al Albani berkata: “mauquf jayyid” dalam Silsilah Adh Dha’ifah no. 1363).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan:

وكان بعض السلف يسأل الله في صلاته كل حوائجه حتى ملح عجينه وعلف شاته

“Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya, semua kebutuhannya sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya” (Jami’ Al Ulum wal Hikam, 1/225).

Maka perbanyaklah doa kepada Allah, bahkan perkara yang kecil-kecil karena semakin menunjukkan kefaqiran kita di hadapan Allah Ta’ala.

Ilmu Nujum (Ilmu Perbintangan)

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 Ilmu Nujum (Ilmu Perbintangan)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


🏷 Yang dimaksud dengan ilmu nujum adalah keyakinan bahwasanya bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kejadian yang terjadi di alam, atau mengambil petunjuk dari keadaan di langit untuk menentukan kejadian di bumi, seperti kapan terjadinya musim hujan, waktu bertiupnya angin, panas, dingin, atau tentang kapan terjadinya kebahagiaan atau kecelakaan dan sebagainya yang semuanya itu ditentukan oleh keadaan bintang-bintang.

Ilmu Nujum terbagi dua ;
1⃣. Ilmu Tasyiir (التشعيير) ; yaitu menjadikan bintang sebagai petunjuk untuk mengetahui arah safar /perjalanan di daratan dan di lautan, atau untuk mengetahui arah kiblat, waktu-waktu shalat, waktu tergelincirnya matahari dan sebagainya.

Hal ini dibolehkan, bahkan tergolong salah satu nikmat diantara nikmat-nikmat Allah yang wajib disyukuri. Allah Ta’ala berfirman :

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ

"Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian, agar kamu menjadikannya 'petunjuk' dalam kegelapan di darat dan di laut."
(Surat Al-An'am, Ayat 97)

"Yakni untuk mengetahui arah jalan kalian dan bukan untuk mengambil petunjuk tentang ilmu ghaib."

👤 Al Imam Al-Bukhari berkata bahwasanya Qotadah berkata :
"Allah menciptakan bintang-bintang untuk tiga hikmah : sebagai perhiasan langit, pelempar syaitan dan tanda yang dijadikan sebagai petunjuk arah. Barangsiapa yang menafsirkan selain itu, maka dia salah.."

Adapun sebagai perhiasan langit disebutkan dalam surah Al-Mulk ayat 5 dan Ash-Shaffat ayat 6 :

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ

"Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang."
(Surat Al-Mulk, Ayat 5)

Sebagai pelempar syaitan disebutkan dalam surah Al-Mulk ayat 5 dan Al-Jin ayat 9-10 :

وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ

".. dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan,. "
(Surat Al-Mulk, Ayat 5)

Sedang sebagai petunjuk arah jalan disebutkan dalam surah An-Nahl ayat 15-16 ;

(وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (١٥) وَعَلَامَاتٍ ۚ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ (١٦)

"Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk."
[Surat An-Nahl 15 - 16]

2⃣. Ilmu Ta'tsiir (التأثير), yaitu meyakini atau mengakui bahwa bintang-bintang menentukan perkara yang akan terjadi di alam ; bahkan menentukan perkara yang akan terjadi di alam dengan melihat keadaan bintang-bintang.

Hal ini diharamkan bahkan termasuk kekufuran dan kesyirikan karena tergolong mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib, dan tergolong sihir. Nabi ﷺ bersabda :

مَنِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ النُّجُوْمِ فَقَدِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ، زَادَ مَا زَادَ

"Barangsiapa yang mengambil satu cabang dari ilmu nujum, maka dia telah mengambil sebagian dari sihir, semakin bertambah (keburukannya) sejalan dengan bertambahnya apa yang dia ambil." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

👤 *Syaikh Abdurrahman bin Hasan رحمه الله berkata di dalam Fathul Majid :
"Jika dikatakan bahwa ahli nujum kadang-kadang benar, maka kita katakan, kebenarannya sama dengan kebenaran dukun, kadang benar dalam satu ucapan tapi dia dusta dalam seratus ucapan, dan kebenarannya bukan atas dasar ilmu, akan tetapi 'kebetulan' sesuai dengan ketentuan/takdir Allah, yang akhirnya menjadi fitnah bagi orang-orang yang mempercayainya."

Wallahu ta'ala a'lam

📌 Maroji' :
1. Al-Irsyad Ila Shahiihul I'tiqod, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
2. Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid, karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh

👤 Al Ustadz Abu Usamah Yusuf حفظه الله تعالى

Tuesday, December 4, 2018

Ilmu Sulit Diamalkan Mudah di cari.

Bismillah,
*🌴🐪 Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya. 💻*
*🏇� Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan. 📲*
*📚 Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack. 🍿*
*💝 Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.📱*
*🕌 Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan. 🛋*
*😷 Kita telah sampai di zaman dimana bicara tanpa perlu suara, melihat tanpa perlu tatap muka dan memanggil tanpa perlu teriak. 🗣*
*Hingga Bicara hanya perlu ketik saja. 🔠 Melihat hanya perlu klik saja. 🆗 Dan memanggil hanya perlu ping saja. *
*🌐 Social Media telah menjadi budaya, Al-Qur’an pun semakin terlupa. 📖*
*👀 Dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka yang beradu pendapat. Dari tingkah yang dibuat-buat, sampai yang terang-terangan maksiat. 🚻*
* Hingga tak sadar jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yg tak bermanfaat.📄*
*👁 Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang seharusnya tak boleh dilihat. 📽🎞*
*👥 Wahai diri ingatlah!!!*
*👁 Matamu akan menjadi saksi atas apa yang kau lihat. 🖥*
*Jemarimu akan menjadi saksi atas apa yang telah engkau tulis 🖊*
*🌅 Suatu hari nanti apapun yang kau lakukan dengan anggota badanmu akan bersaksi dihadapan Penciptanya.*
*😔 Maka dapatkah engkau membantahnya?*
*Maka, jangan sampai mereka menjadi musuhmu dihari perhitungan nanti. *
*Menjadi saksi keburukanmu di Sosial Media, saksi atas apa yang kau lihat, 😳 saksi atas apa yang kau tulis. 📝 saksi atas segala apa yang kita lakukan di Sosial Media. 📵*
 *Gunakan HPmu sebagai ladang amal. *
 *Ladang dimana engkau bisa menanam kebaikan dan menuai hasilnya di akhirat. *
 *Semoga bermanfaat*

Wednesday, November 28, 2018

Jika Engkau Bermaksiat Maka Jangan Pernah Menunda Taubat Karena Allah

🍃  Jika Engkau Bermaksiat Maka Jangan Pernah Menunda Taubat Karena Allah

Taushiyah Mufidah:
▪🗓 Rabu
 | 20 Rabi'ul Awal 1440 H
 | 28 November 2018 M
 | Oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A , حفظه الله تعالى

Jika engkau bermaksiat maka jangan pernah menunda taubat kepada Allah, karena :

1) Menunda taubat adalah dosa tersendiri. Allah telah memerintahkan untuk segera bertaubat
‎وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَبِّكُمْ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu.

2) Dikawatirkan maut menjemputmu sebelum engkau sempat bertaubat. Karena terlalu sering kematian datang tanpa pemberitahuan dan tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

3) Jika engkau menunda taubat maka titik hitam semakin mengotori hatimu, sehingga semakin sulit kau kembali kepadaNya, dan semakin sulit untuk khusyuk dalam beribadah.

4) Jika engkau menunda taubat maka dikawatirkan Allah akan membongkar aibmu… Maka berdoalah agar Allah menutup aib dan maksiatmu.

5) Jika engkau menunda taubat maka kemaksiatan yg kau lakukan biasanya akan menjerumuskan engkau kepada maksiat-maksiat yang lainnya.

Sumber : https://firanda.com/1087-jika-engkau-bermaksiat-maka-jangan-pernah-menunda-taubat-kepada-allah.html

Dibagikan ulang oleh:
🌐 WAG Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
~~~~~~
Fanspage : Wag Dirosah Islamiyah
Bit.ly/fanspageWAGdirosahislamiyah
IG : WAG_DirosahIslamiyah
Bit.ly/instagramWAGdirosahislamiyah
Telegram : WAG_DirosahIslamiyah
Bit.ly/telegramWAGdirosahislamiyah
youtube : WAG Dirosah Islamiyah

Tuesday, November 27, 2018

DO'A UNTUK ORANG YANG HENDAK BEPERGIAN

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. as-Sholatu was Salamu ‘ala Khatamin Nabiyyin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumid diinAmma ba’du.
Perjalanan jauh atau safar merupakan peristiwa yang sering dialami manusia. Dari daerah yang satu menuju daerah yang lainnya. Dari suatu negara ke negara yang lainnya. Di dalamnya mereka kerapkali menemui berbagai hal yang tidak biasa mereka temui dan hal-hal tidak menyenangkan hati, ditinjau dari sisi agama maupun dari sisi keduniaan. Perkara-perkara itulah yang terkadang menjadi sebab perubahan yang ada dalam dirinya. Bisa jadi bertambah baik, namun bisa juga justru bertambah jelek. Oleh karena itu agama Islam yang sempurna dan elok ini telah menuntunkan kepada umatnya melalui lisan dan teladan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai bekal apakah yang semestinya dipersiapkan oleh seorang mukmin sebelum keberangkatannya dan apa yang diucapkan di saat-saat menjelang perpisahan itu. Berikut ini salah satu Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kita menjumpai keadaan semacam itu.
Perpisahan dalam Naungan as-Sunnah
Imam Abu Dawud rahimahullah membuat sebuah bab di dalam Sunannya dalam Kitab al-Jihad dengan judul Bab Fid Du’a ‘indal Wada’ (Doa ketika berpisah, yaitu sebelum melakukan perjalanan/safar). Kemudian beliau membawakan hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma:
عَنْ قَزَعَةَ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Dari Qoza’ah, dia berkata: Ibnu Umar –radhiyallahu’anhuma- berkata kepadaku, “Kemarilah, akan kulepas kepergianmu sebagaimana ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas kepergianku (yaitu dengan doa), ‘Astaudi’ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalik‘ (Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agamamu, amanatmu, dan akhir penutup amalmu).” (HR. Abu Dawud, Syaikh al-Albani berkata: Hadits ini sahih dengan banyak jalannya, sebagiannya disahihkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi. Lihat Shahih Sunan Abu Dawud [7/353] software Maktabah asy-Syamilah)
Bacaan Doa Ketika Memberangkatkan Pasukan
Tuntunan doa seperti ini tidak khusus untuk perorangan, bahkan berlaku pula untuk rombongan. Termasuk di dalamnya rombongan pasukan perang. Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الْخَطْمِىِّ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَرَادَ أَنْ يَسْتَوْدِعَ الْجَيْشَ قَالَ أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكُمْ وَأَمَانَتَكُمْ وَخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُمْ .
Dari Abdullah al-Khathmi –radhiyallahu’anhu-, dia berkata: “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak melepas keberangkatan pasukan beliau maka beliau membaca doa, ‘Astaudi’ullaha diinakum wa amaanatakum wa khawaatima a’maalikum‘ (Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agama kalian, amanat yang kalian emban, dan akhir penutup amal kalian).” (HR. Abu Dawud. Syaikh al-Albani mengatakan: Sanadnya sahih sesuai dengan kriteria Muslim. Lihat Shahih Sunan Abu Dawud [7/354] software Maktabah asy-Syamilah)
Abu at-Thayyib rahimahullah menerangkan makna ‘pasukan’ dalam hadits ini,
أي العسكر المتوجه إلى العدو
“Artinya adalah pasukan tentara yang akan diberangkatkan untuk menyerang musuh.” (Aun al-Ma’bud Syarh Sunan Abu Dawud [7/187] software Maktabah asy-Syamilah)
Bekali Dirimu dengan Takwa
Perjalanan tentunya membutuhkan perbekalan. Dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. Karena dengan ketakwaan itulah seorang hamba akan mendapatkan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapinya, dimudahkan urusannya, dan bahkan dia akan bisa mendapatkan rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Allah ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Qs. al-Baqarah: 197)
Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah berikan baginya jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka-sangka.” (Qs. at-Thalaq: 2-3)
Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah jadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Qs. at-Thalaq: 4)
Imam at-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan,
عن أنس قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال يا رسول الله إني أريد سفرا فزودني قال زودك الله التقوى قال زدني قال وغفر ذنبك قال زدني بأبي أنت وأمي قال ويسر لك الخير حيثما كنت
Dari Anas –radhiyallahu’anhu-, dia berkata: Ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, saya hendak bepergian/safar maka berilah saya bekal.” Maka beliau menjawab, “Zawwadakallahut taqwa (semoga Allah membekalimu takwa).” Lalu dia berkata, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “Wa ghafara dzanbaka (semoga Allah mengampuni dosamu).” Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku, ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu.” Beliau menjawab, “Wa yassara lakal khaira haitsuma kunta (semoga Allah mudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada).” (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasan gharib. Syaikh al-Albani mengatakan: hasan sahih. Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi [3/155] software Maktabah asy-Syamilah)
Imam Ibnu as-Suni rahimahullah meriwayatkan hadits ini dengan redaksi doa yang sedikit berbeda,
عن أنس ، رضي الله عنه أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال : يا رسول الله ، إني أريد سفرا، فزودني. قال : زودك الله التقوى . قال : زدني. قال : وغفر لك ذنبك . قال : زدني. قال : ووجهك للخير حيثما توجهت
Dari Anas radhiyallahu’anhu bahwa ada seorang lelaki yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Wahai Rasulullah, saya hendak bepergian. Berilah saya bekal.” Maka beliau menjawab, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa.” Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.” Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “Semoga Allah mengarahkanmu kepada kebaikan ke arah mana pun kamu menempuh perjalanan.” (HR. Ibnu as-Suni dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah [2/461], lihat juga Mir’at al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih karya Syaikh Abul Hasan Hisamuddin ar-Rehmani al-Mubarakfuri rahimahullah [8/189] software Maktabah asy-Syamilah)
at-Thibi rahimahullah menerangkan makna doa ‘zawwadakallahut taqwa‘,
زادك أن تتقي محارمه وتجتنب معاصيه
“Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan yang akan membuatmu menjaga diri dari perkara-perkara yang diharamkan-Nya dan menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.” (Dinukil dari Mir’at al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih [8/190] software Maktabah asy-Syamilah)
Allah Tak Akan Menyia-nyiakan ‘Barang Titipan’
Imam Ibnu Majah rahimahullah meriwayatkan,
عن أبي هريرة قال ودعني رسول الله صلى الله عليه و سلم فقال أستودعك الله الذي لا تضيع ودائعه
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu-, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas kepergianku dengan mengucapkan, ‘Astaudi’ukallahalladzi laa tadhii’u wadaa-i’uhu‘ (Kutitipkan kamu kepada Allah yang tidak akan pernah tersia-siakan apa yang dititipkan kepada-Nya).” (HR. Ibnu Majah. Disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [16 dan 2547] dan Takhrij al-Kalim at-Thayyib [167], lihat Shahih Ibnu Majah [2/133] software Maktabah asy-Syamilah)
al-Munawi rahimahullah menjelaskan makna bacaan ini,
أي الذي إذا استحفظ وديعة لا تضيع فإنه تعالى إذا استودع شيئا حفظه
“Artinya: -Allah adalah- sosok yang apabila diserahkan kepadanya suatu barang titipan maka barang itu tidak akan tersia-siakan, karena Allah ta’ala apabila dititipi sesuatu maka Allah pasti akan menjaganya…” (Faidh al-Qadir [1/641] software Maktabah asy-Syamilah)
Beliau juga menerangkan,
ويندب لكل من المتوادعين أن يقول للآخر ذلك وأن يزيد المقيم زودك الله التقوى وغفر ذنبك ووجهك للخير حيثما كنت
“Dianjurkan bagi masing-masing orang di antara kedua belah pihak yang berpisah untuk mengucapkan bacaan itu kepada saudaranya yang lain dan hendaknya orang yang mukim menambahkan bacaan ‘zawwadakallahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka lil khairi haitsuma kunta‘.” (Faidh al-Qadir [1/641] software Maktabah asy-Syamilah)
Jagalah -aturan- Allah, Allah ‘kan menjagamu!
Ketika menerangkan kandungan hadits ‘ihfazhillaha yahfazhka‘ (jagalah Allah niscaya Allah menjagamu), al-Hafizh lbnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menerangkan,
فإن الله عز و جل يحفظ المؤمن الحافظ لحدود دينه ويحول بينه وبين ما يفسد عليه دينه بأنواع من الحفظ وقد لا يشعر العبد ببعضها وقد يكون كارها له كما قال في حق يوسف عليه السلام كذلك لنصرف عنه السوء والفحشاء إنه من عبادنا المخلصين يوسف قال ابن عباس في قوله تعالى إن الله يحول بين المرء وقلبه قال يحول بين المؤمن وبين المعصية التي تجره إلى النار
“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla akan menjaga seorang mukmin yang berusaha untuk senantiasa menjaga batasan/aturan agama Allah dan Allah akan menghalangi dirinya dari perkara-perkara yang akan merusak agamanya dengan berbagai macam bentuk penjagaan, yang terkadang hamba tersebut tidak menyadari sebagiannya. Bahkan bisa jadi dia merasa tidak suka atas perkara itu (bentuk penjagaan Allah, pent). Hal ini sebagaimana yang Allah ceritakan mengenai keadaan -Nabi- Yusuf ‘alaihis salam (dalam ayat yang artinya), ‘Demikianlah Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia termasuk kalangan hamba Kami yang ikhlas.’ (Qs. Yusuf). Ibnu Abbas –radhiyallahu’anhuma- mengatakan ketika menafsirkan kandungan firman Allah ta’ala (yang artinya), ‘Sesungguhnya Allah akan menghalangi antara seseorang dengan hatinya’ maksudnya adalah: Allah akan menghalangi antara diri seorang mukmin dengan kemaksiatan yang akan menyeretnya ke dalam neraka…” (Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal 243)
Ibnu Rajab menukilkan sebuah atsar dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata:
إن العبد ليهم بالأمر من التجارة والإمارة حتى ييسر له فينظر الله إليه فيقول للملائكة اصرفوه عنه فإنه إن يسرته له أدخلته النار فيصرفه الله عنه فيظل يتطير بقوله سبني فلان وأهانني فلان وما هو إلا فضل الله عز جل
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang bertekad untuk meraih ambisinya dalam hal perdagangan (baca: urusan bisnis) dan urusan kepemimpinan sehingga diapun dimudahkan ke arah itu. Kemudian Allah memperhatikan dirinya, lalu Allah katakan kepada para malaikat, ‘Palingkanlah hal itu darinya. Sebab jika hal itu Aku mudahkan untuknya niscaya hal itu justru akan menjerumuskan dirinya ke dalam neraka’. Maka Allah pun memalingkan urusan itu darinya sampai-sampai dia merasa dirinya selalu bernasib sial seraya mengatakan, ‘Si fulan mengolok-olokku’, ‘Si fulan menghinakanku’. Padahal sebenarnya apa yang dialaminya itu tidak lain adalah karunia yang diberikan Allah ‘azza wa jalla -kepadanya-…” (Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal 243)
Pelajaran yang Bisa Dipetik
Keterangan-keterangan di atas memberikan banyak pelajaran bagi kita, antara lain:
Semestinya orang yang hendak bepergian mempersiapkan bekal (uang atau makanan, dsb), dan bekal yang terbaik adalah ketakwaan.
Perintah untuk senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan, sebab barangsiapa yang mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya.
Hendaknya seorang mukmin menyukai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia sukai untuk dirinya sendiri, dan salah satu wujudnya adalah dengan mendoakan kebaikan untuknya.
Disyari’atkan untuk membaca doa ‘astaudi’ullaha diinaka wa amaanatak wa khawaatima ‘amalik‘, atau ‘astaudi’ukallahalladzi laa tadhii’u wadaa-i’uh‘ ketika akan berpisah. Bagi orang yang mengantarkan bisa juga dengan doa ‘zawwadakallahut taqwa, wa ghafara dzanbaka, wa yassarallahu lakal khaira haitsuma kunta‘ dan yang serupa dengannya sebagaimana disebutkan dalam riwayat.
Sebab penjagaan Allah kepada diri seorang hamba adalah keteguhan dirinya dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan di mana pun dia berada. Perkara yang wajib jelas harus lebih diprioritaskan, dan lebih bagus lagi jika ditambah dengan amalan sunnah sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.
Bentuk penjagaan yang Allah berikan kepada seorang hamba tidak selamanya terasa menyenangkan bagi jiwa/perasaan manusia. Bisa jadi secara lahir seseorang tertimpa musibah atau perkara lain yang tidak disukainya -dalam urusan keduniaan- namun sebenarnya hal itu adalah bentuk penjagaan Allah kepada dirinya, Maha suci Allah dari perlakuan aniaya kepada hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Sehingga pemberian suatu nikmat dunia kepada seseorang tidak secara otomatis menunjukkan bahwa Allah meridhai hal itu bagi kita. Karena bisa jadi nikmat yang Allah beri merupakan bentuk hukuman yang ditunda, sedangkan nikmat yang dicabut dengan adanya musibah merupakan sarana penghapusan dosa baginya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang lain (bagian akhir dari faedah ini kami peroleh dari kitab al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid).
Penjagaan yang Allah berikan kepada hamba tergantung pada tingkat kesungguhannya dalam menjalankan petunjuk-Nya. Hal itu sebagaimana ayat (yang artinya), “Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami niscaya akan Kami tunjukkan kepada-Nya jalan-jalan (menuju keridhaan) Kami.” (Qs. al-Ankabut: 69). Dan juga ayat (yang artinya), “Orang-orang yang berjalan di atas petunjuk niscaya akan Allah tambahkan hidayah kepada mereka dan Allah akan berikan kepada mereka ketakwaan mereka.” (Qs. Muhammad: 17)
Hal ini -pelajaran no-7- sekaligus menunjukkan kepada kita kebenaran ucapan para ulama kita, ‘min tsawabil hasanati al-hasanatu ba’daha‘ (salah satu balasan kebaikan adalah munculnya kebaikan sesudahnya). Dalil ucapan ini adalah firman Allah (yang artinya), “Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (Qs. at-Taghabun: 11) (faedah ini kami peroleh dari kitab al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid)
Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang sempurna dan mencakup berbagai sisi kehidupan manusia. Hal ini membuktikan kepada kita bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama (baca: bid’ah).
Hadits-hadits di atas juga menunjukkan bahwa hadits Nabi -yang sah- tidak akan pernah bertentangan dengan ayat-al-Qur’an. Dan menunjukkan bahwa apa yang beliau ajarkan adalah berlandaskan wahyu dari Allah ta’ala, bukan hasil rekayasa budaya manusia. Hal ini sekaligus menjadi bantahan bagi kaum liberal dan pluralis yang menyatakan bahwa al-Qur’an -begitu pula as-Sunnah, sebagai konsekuensi logis atasnya- yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya adalah muntaj tsaqafi (produk budaya) dan bukan wahyu ilahi. Maha Suci Allah dari kotornya ucapan mereka… Tidakkah mereka membaca firman Allah yang sedemikian gamblang dan terang (yang artinya), “Tidaklah dia -Muhammad- berbicara dari hawa nafsunya. Hanya saja yang dia ucapkan itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (Qs. an-Najm: 3-4)? Ataukah barangkali mata hati mereka telah membuta… Na’dzubillahi min dzalik! Maka ambillah pelajaran wahai Ulil Abshar (orang-orang yang memiliki mata hati)…
Demikianlah paparan singkat dan sangat sederhana ini. Nasehat dan teguran sangat kami harapkan demi kebaikan kita semua. Semoga kita termasuk orang yang menghidupkan Sunnah ketika banyak orang telah melupakan dan melalaikannya. Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita untuk bersabar di atas ketakwaan kepada-Nya hingga ajal tiba, wallahul muwaffiq. Kami juga memohon ampun kepada Allah ta’ala atas segala kekurangan dan kesalahan yang ada, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallamWalhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Yogyakarta, Senin 16 Syawwal 1430 H
Hamba yang sangat membutuhkan ampunan Rabbnya
***


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/1569-bekal-safar-kutitipkan-mereka-kepada-mu-ya-allah.html