Saturday, December 2, 2017

Bolehkah seorang wanita mengatakan inni uhibbuka fillah

Fatwa Syaikh Khalid Al Mushlih

Soal:
Bolehkah seorang wanita mengatakan inni uhibbuka fillah (“Aku mencintaimu karena Allah”) kepada laki-laki ajnabi yang bukan mahram-nya?
Foto Zia Zia.
Jawab:

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tidak diperbolehkan seorang wanita mengatakan “Aku mencintaimu karena Allah” kepada laki-laki ajnabi yang bukan mahram-nya, baik itu disampaikan melalui lisan maupun tulisan. Betapapun bagusnya ilmu & agama yang ada pada laki-laki tersebut maka hukumnya tetap terlarang.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata:
Bahwasanya ada seorang sahabat yang sedang berada di sisi Nabi shāllallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, kemudian seseorang lewat di hadapan mereka. Lantas sahabat ini mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar mencintai orang ini”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukan rasa cintamu kepadanya?” Ia berkata: “Belum.” Beliau berkata: “Jika demikian, pergilah dan beritahukan kepadanya”. Maka ia langsung menemui orang itu dan mengatakan “Inni uhibbuka fillah” (sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah), lalu orang tersebut menjawab: “Ahabbakalladzi ahbabtani lahu” (Semoga Allah mencintaimu, Dzat yang telah menjadikanmu mencintai aku karena-Nya).

Hadits di atas tidak menunjukkan bolehnya seorang wanita mengungkapkan perkataan “Aku mencintaimu karena Allah” kepada laki-laki ajnabi yang bukan mahram-nya, demikian juga sebaliknya. Hadist ini hanya berlaku untuk sesama jenis, laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan selama aman dari fitnah dan tidak menimbulkan persangkaan yang tidak-tidak di hati keduanya

Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh Al-Munawi dalam Faidhul Qadir (247/1), beliau berkata: “Apabila seorang wanita memiliki perasaan cinta (baca: simpati) kepada wanita lain maka hendaknya dia beritahukan kepadanya”.

Artikel Muslimah.Or.Id

Penerjemah: Farsa Septia Adi .
Designed by: @ummumawaddah_

Tes DNA apakah keturunan Rasulullah ﷺ

Habib Jian Falah Hamizan dh dicek blm 😂😂

Naaah,
Test DNA Dulu
Untuk Men-Cek Apakah
Keturunan Rasulullah ﷺ
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Foto Zia Zia.
www.familytreedna.com


Hari gini ngaku-ngaku keturunan Rasulullah (Habib).  Udah dites DNA-nya belum?

Saat ini telah ditemukan Y-DNA dari kakek Rasulullah ﷺ dan Ali, Yaitu Abdul Muthalib Dengan Kode (L859)

Ditemukannya Y-DNA (L859) pada diri seseorang, belum pasti ia adalah keturunan Rasulullah ﷺ . Hal ini dikarenakan, Abdul Muthalib memiliki beberapa anak laki-laki lainnya, yang juga mewarisi Y-DNA tersebut.

Nama-nama anak laki-laki Abdul Muthalib adalah :
(Sumber : klikuk.com)

1. Abdullah (Ayah Nabi Muhammad ﷺ )
2. Abu Thalib (Ayah Ali)
3. Al Abaas
4. Al Haarits
5. Az Zubair
6. Hamzah
7. Abu Lahab

Namun seorang yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah ﷺ , sudah seharusnya memiliki kode DNA ini. Dan melalui Tes DNA ini, setidaknya bisa memberi tambahan bukti secara ilmiah, bagi nasab seseorang, selain bukti yang bersifat tertulis sebagaimana yang berlaku selama ini.

Ayoo cek dulu di sini :
https://www.familytreedna.com/p…/Qurayishj1c3d/default.aspx…

Via Ukhty Wardah | https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=514270588937878&id=100010648231922

•┈┈┈◎❅❀❦🌷🌻💎🌻🌷❦❀❅◎┈┈┈•

Tidak Ada ISTILAH GHIBAH

Foto Zia Zia.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

“Tidak ada istilah ghibah dalam membantah ahli bid’ah”. Beliau mengatakan :

“Tiga golongan manusia yang tidak ada larangan dalam mengghibah mereka, salah satunya adalah Ahli Bid’ah yang extrim dalam bid’ahnya”.

Beliau juga pernah berkata :
“Tidak ada istilah ghibah dalam mencela Pelaku Bid’ah dan Orang Fasik yang menampakkan kefasikannya”.

(Ucapan-ucapan ini diriwayatkan oleh Al-Lalika’I dalam “Syarh Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah” 1/140)

•┈┈┈◎❅❀❦🌷🌻💎🌻🌷❦❀❅◎┈┈┈•

Maka tidak mengapa kita menjelaskan aib-aib pada ceramah-ceramah bid'ah bin lucu bin jahil bin syubhat dari Ustadz Ahli Syubhat agar yang awam terhindar dari doktrin-doktrin sesatnya.

Termasuk juga menyampaikan yang benar pada kesalahan-kesalahan yang diperbuat para :
- Ustadz Ahli Bidah Hasanah
- Ustadz Ahlil Makruh

TAPI kebenaran firman-Nya memang tak tertolak sedikitpun, bahwa yang SESAT itu memang dari golongan yang KEBANYAKAN jumlahnya.

》Jika kita mencari kalimat (أَكْثَرَ النَّاسِ) :
“Kebanyakan manusia” dalam Al-Qur’an, maka akan kita temukan ayat yang menceritakan bahwa kebanyakan manusia itu :

(أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَشْكُرُونَ)

“Kebanyakan manusia tidak bersyukur.”
(QS.al-Baqarah : 243)

(أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ)

“Kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(QS.al-A’raf : 187)

(أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يُؤْمِنُونَ)

“Kebanyakan manusia tidak beriman.”
(QS. Huud : 17)


》Dan jika kita mencari kalimat (أَكْثَرُهُمُ) :
“Kebanyakan dari mereka..” dalam Al-Qur’an, maka akan kita temukan bahwa kebanyakan dari mereka itu :

(أَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ)

“Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali Imran : 110)

(أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ)

“Kebanyakan mereka tidak berakal.”
(QS. Al-Ma’idah : 103)

(أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ)

“Kebanyakan mereka bodoh.”
(QS. Al-An’am : 111)

(أَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ)

“Kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah.”
(QS. An-Nahl : 83)

(أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُم مُّعْرِضُونَ)

“Kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling.”
(QS. Al-Anbiya’ : 24)

•┈┈┈◎❅❀❦🌷🌻💎🌻🌷❦❀❅◎┈┈┈•

Dzikir Ketika Melewati Jalan Menanjak Dan Menurun

 Foto Zia Zia.


-----------------------------------------------

Dikala Melakukan Safar :
Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan :

|| Hendaklah Mengucapkan :
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. ”

|| Dan Hendaknya Membaca Dzikir :

● “Subhanallah”
Ketika melewati jalan menurun

● “Allahu Akbar”
Ketika melewati jalan mendaki.

》Dalam sebuah riwayat disebutkan :

ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺇﺫﺍ ﻋﻠﻮﺍ ﺍﻟﺜﻨﺎﻳﺎ ﻛﺒﺮﻭﺍ ﻭ ﺇﺫﺍ ﻫﺒﻄﻮﺍ ﺳﺒﺤﻮﺍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa jika melewati jalan mendaki, mereka bertakbir (mengucapkan “Allahu Akbar ”). Sedangkan apabila melewati jalan menurun, mereka bertasbih (mengucapkan “Subhanallah ”).”

[Lihat Al Kalim Ath Thoyyib No. 175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih].
@

(Rumaysho.com)
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

•┈┈┈◎❅❀❦🌷🌻💎🌻🌷❦❀❅◎┈┈┈•

bahagia karena kemaksiatan tidak akan pernah semppurna.

Foto Zia Zia.
Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan :

"Seorang mukmin, selamanya tidak akan merasakan kelezatan yg sempurna karena kemaksiatan, dan tidak akan lengkap kebahagiaannya karena kemaksiatan.

Bahkan dia tidaklah melakukan kemaksiatan, melainkan kegundahan akan mencampuri hatinya, namun mabuknya syahwat menutupi hatinya sehingga dia tidak merasakannya.

Dan kapan hatinya sepi dari kegundahan ini, bahkan keinginan dan kesenengannya malah bertambah dengan kemaksiatan, maka harusnya dia berprasangka buruk pada imannya, dan menangisi kematian hatinya.

Karena seandainya hatinya hidup, harusnya perbuatan dosanya itu menjadikan hatinya gundah, berat, dan sulit menjalani…

Sehingga ketika hati itu sudah tidak merasakan (pedihnya) dosa; maka tidaklah sebuah luka menjadikan sakit jasad yang sudah mati".

[Kitab : Madarijus Salikin, Ibnul Qoyyim, 1/198-199].

Ustadz Musyaffa Ad Dariny
________________________
📲 @muslimahorid
Join: https://telegram.me/muslimahorid
----------------------------------------


⛔ Mengenai Ummu Sibyan ⛔


Foto Zia Zia.


✍ Pertanyaan:
Assalamualaikum. Ustd ana ingin bertanya..
1.apakah bnr adanya jin ummu sibyan yg suka mengganggu anak" atau bayi?
2. Ustd minta solusinya. Akhir" ini anak saya usia 3 bulan sering rewel dan mata nya sering jelalatan liat kemna mana. Bagaimana cara nya agar anak bisa tenang dan terhindar dari gangguan syaitan/jin?

💡 Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama : Wa'alaikumussalam,

1. Mengenai kisah jin ummu shibyan, Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

فهذه الأشياء التي يقولها الناس عن أم الصبيان كلها لا أصل لها ولا تعتبر، وإنما هي من خرافات العامة ويزعمون أنها جنية مع الصبيان .

"Kisah-kisah demikian yaitu yang dikatakan banyak orang tentang Ummu Shibyan semuanya tidak ada asalnya dan tidak perlu dihiraukan. Ini merupakan khurafat yang tersebar luas yaitu bahwa ia adalah jin wanita dengan anak-anak"

2. Anak rewel banyak sebabnya, belum tentu karena jin. Bisa jadi karena sakit, karena tidak nyaman, dll. Jika perlu coba dikonsultasikan dengan dokter anak.

Adapun untuk menghindarkan diri dari gangguan jin maka yang dituntukan syariat antara lain:
1⃣ Hilangkan praktek kesyirikan dari rumah jika ada
2⃣ Jangan lalaikan shalat
3⃣ Hilangkan maksiat dari rumah
4⃣ Rutinkan membaca Qur'an di rumah setiap hari
5⃣ Sering membaca surat Al Baqarah
6⃣ Rutinkan dzikir pagi-sore
7⃣ Hilangkan gambar makhluk bernyawa dan patung-patung dari rumah
8⃣ Hilangkan musik dari rumah
9⃣ Baca basmalah ketika membuang air panas ke lubang
🔟 Tutup pintu dan jendela ketika maghrib tiba
1⃣1⃣ Rutinkan doa-doa harian: doa masuk WC, keluar WC, mau makan, setelah makan, mau tidur, bangun tidur, dll
1⃣2⃣ Jangan biarkan ada kamar yang kosong tidak terpakai

Semoga Allah memberi taufiq.
__________________

Tanya-Jawab Group WA Muslimah.or.id

HUKUM KHITAN (SUNAT) BAGI WANITA

Foto Zia Zia.

Khitan bagi laki-laki hukumnya WAJIB. Namun bagi wanita ada KHILAF. 

Yang rajih insya Allah Khitan bagi wanita hukumnya SUNNAH tidak sampai wajib. Sebagaimana difatwakan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

Beliau mengatakan :

"Khitan (sunat) adalah salah satu sunnah fitrah yang muakkadah (sangat dianjurkan). Sebagian ulama berpendapat hukumnya adalah wajib. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas dan sekelompok Ulama: sunnat hukumnya wajib bagi laki-laki.

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

الفطرة خمس -يعني السنة خمس- الختان والاستحداد وقلم الأظافر وقص الشارب ونتف الإبط

“Sunnah fitrah yang lima adalah khitan (sunat), istihdad (mencukur rambut kemaluan), memotong kuku, mencukur kumir, dan mencabut rambut ketiak”
(HR. Bukhari 5889, Muslim 257).

Dan khitan adalah sunnah fitrah yang paling ditekankan. Caranya dengan memotong kulup yang berada di atas zakar hingga kepala penis keluar dan menonjol. Orang yang biasa menyunat sudah paham kulup tersebut. Memotongnya di usia anak-anak itu lebih utama, karena memang lebih mudah dilakukan ketika masih anak-anak. Tidak boleh menundanya hingga usia baligh. Bahkan wajib menyegerakannya sebelum baligh.

Namun melakukannya di usia anak-anak, seperti misalnya ketika masih menyusui, atau ketika setelah lahir pada hari ke-7 atau setelahnya, sedini mungkin, itu lebih utama.

Dan sunat ini adalah sunnah fitrah yang sangat ditekankan, sebagian ulama berpendapat hukumnya wajib untuk laki-laki. Dan ia sunnah hukumnya bagi wanita, jika memang ada lelaki atau wanita yang bisa melakukannya."

Sumber : https://muslim.or.id/29239-khitan-sunat-disyariatkan-dalam-islam.html

Muslimah.or.id

•┈┈┈◎❅❀❦🌷🌻💎🌻🌷❦❀❅◎┈┈┈•
 — bersamaLaila Ardini Binti Shalahuddin.