Bismillahirrohmanirrohim.
" TANDA-TANDA KEMATIAN "
ALLAH Subhanahu Wata'ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..
Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,
Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..
Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut - denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..
Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari..
Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan..
Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu..
Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..
Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya..
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..
Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..
Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..
SubhanALLAH..
Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..
Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan info ini tetap dalam page/grup ini.
2. Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya Allah ridha
Allah akan anugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirim.
Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
pembaca akan dimanjakan baik dari mata hingga ke pikiran. siapkan diri anda untuk membaca dengan menghemat pikiran dan membuat mata anda sangat rilex dengan semua yang telah disediakan penulis
Saturday, December 30, 2017
Friday, December 15, 2017
📝Hati-hati Dengan Penyebutan "Aku"
Firaun ketika memproklamasikan dirinya,
أنا ربكم الأعلى
"Akulah tuhanmu yang paling tinggi." QS. An-Naziat:24
Iblis berkilah,
قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ
".... Aku lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." QS. Al-A’raf: 12
Qarun berkata,
قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي
"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." QS. Al-Qashash: 78.
Berkata Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullah,
ليحذر كلّ الحذر من طغيان (أنا) و(لي) و(عندي) فإنّ هذه الألفاظ الثلاثة ابتلي بها إبليس وفرعون وقارون »
"Hendaknyalah sangat berhati-hati terhadap pelampuan batas dalam pengucapan: akulah, bagikulah, milikkulah. Karena sesungguhnya dengan ketiga lafadz ini dibinasakannya iblis, fir'aun, dan qarun.
وأحسنُ ما وضِعَت ” أنا ” في قول العبدُ،
أنا العبدُ المذنبُ، المخطئ،المستغفر
المعترف.
Dan sebaik-baik perkataan dalam penyebutan 'aku' oleh seorang hamba adalah
'Akulah hamba yang bergelimang dosa, penuh dengan kesalahan, yang memohon ampunan-Nya, dan mengakui kelemahan itu semua."
Referensi:
Zād al-Ma'ād: 2/434&475 dan lainnya.
https://chat.whatsapp.com/6narGiQh18c1eoAORnSGKy
Thursday, December 14, 2017
Ingat Jati diri yang Sebenarnya
.....Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam..karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia. (Qs.Hud : 15-16)
.....Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita... Karena Allah sedang menCerahkan mata hati untuk melihat Akhirat.(Qs.Al Isra:72)
.....Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita.... karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan.. namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah meNgecewakan. (Qs.Al Lukman : 22)
.....Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita....karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya. (Qs.Ali Imran : 145)
.....Semakin bertambah usia semakin ditarik Nikmat kekuatan Tulang & Sendi kita....karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi Nyawanya akan di ambil...(Qs.An Nisa : 78)
...... Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita....karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih. (Qs.Ali Imran : 185)
..... Begitu juga Hati kita...semakin bertambah usia semakin seupi dan ingin bersendirian...karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia...(Qs.Al-An'am : 32)
.....Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita... Karena Allah sedang menCerahkan mata hati untuk melihat Akhirat.(Qs.Al Isra:72)
.....Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita.... karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan.. namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah meNgecewakan. (Qs.Al Lukman : 22)
.....Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita....karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya. (Qs.Ali Imran : 145)
.....Semakin bertambah usia semakin ditarik Nikmat kekuatan Tulang & Sendi kita....karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi Nyawanya akan di ambil...(Qs.An Nisa : 78)
...... Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita....karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih. (Qs.Ali Imran : 185)
..... Begitu juga Hati kita...semakin bertambah usia semakin seupi dan ingin bersendirian...karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia...(Qs.Al-An'am : 32)
Wednesday, December 13, 2017
Jangan Berburuk Sangka Pada Allah ﷻ
[13.45, 11/12/2017] Ustad Ruslan: بسم الله الرحمن الرحيم
Aqidah Islam
📚 Jangan Berburuk Sangka Pada Allah ﷻ
🍃 Sangka baik ( حُسْنُ الظَّنِّ) pada Allah wajib dimiliki oleh setiap orang yang bertauhid, maka sangka buruk (سُوْءُ الظَّنِّ ) pada Allah hukumnya haram bahkan dapat membatalkan tauhid.
Allah mensifati orang-orang munafik bahwasanya mereka bersangka buruk pada Allah maka Allah murka dan melaknat mereka.
🔖 Dan Allah ﷻ berfirman tentang mereka ;
يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ
".. mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.”
(Surat Ali 'Imran, Ayat 154)
➖ Dan Allah ﷻ berfirman ;
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
" dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali."
(Surat Al-Fath, Ayat 6)
🔖 Dan Allah ﷻ berfirman tentang orang-orang kafir ;
ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
".. Yang demikian itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka."
(Surat Shad, Ayat 27)
🌿 Banyak orang berburuk sangka terhadap Allah ﷻ. Buktinya banyak orang merasa resah dan gelisah serta bingung, bahkan mencela ketentuan (takdir) Allah yang menimpanya. Kadang ada yang berkata "seharusnya ketentuan Allah itu begini atau begitu" atau dia berkata "Mengapa saya yang ditimpa ini" atau "Allah tidak adil"
Allahu Akbar...!!! Maka periksalah dirimu apakah telah selamat darinya? Seorang penyair berkata : "Jika engkau selamat darinya maka sungguh engkau telah selamat dari sesuatu yang besar. Namun aku menyangka engkau tidak akan selamat darinya".
📌 Maka siapapun yang berputus asa dari rahmat Allah ﷻ, sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah. Siapa saja yang menyangka bahwa dia akan dibiarkan saja hidup bebas di muka bumi ini tanpa perhitungan dan pembalasan dari Allah, maka sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah. Siapapun menganggap Allah ﷻ tidak akan mengumpulkan hambanya setelah meninggalnya untuk dibalas dengan pahala atau dihukum dengan siksaan di negeri Akhirat, maka sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah. Dan siapapun yang yang menyangka bahwa Allah akan menyia-nyiakan amalan shalih yang dikerjakan oleh seorang hamba dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ maka sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah ﷻ.
Wallahu a'lam
Alhamdulillahi Robbil 'alamin.
Maroji' : Al Irsyad Ila Shohihil I'tiqad, oleh Dr. Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah ta'ala
✍ Al Ustadz Abu Usamah Yusuf hafidzahullah ta'ala
MD ar Risalah
Aqidah Islam
📚 Jangan Berburuk Sangka Pada Allah ﷻ
🍃 Sangka baik ( حُسْنُ الظَّنِّ) pada Allah wajib dimiliki oleh setiap orang yang bertauhid, maka sangka buruk (سُوْءُ الظَّنِّ ) pada Allah hukumnya haram bahkan dapat membatalkan tauhid.
Allah mensifati orang-orang munafik bahwasanya mereka bersangka buruk pada Allah maka Allah murka dan melaknat mereka.
🔖 Dan Allah ﷻ berfirman tentang mereka ;
يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ
".. mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.”
(Surat Ali 'Imran, Ayat 154)
➖ Dan Allah ﷻ berfirman ;
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
" dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali."
(Surat Al-Fath, Ayat 6)
🔖 Dan Allah ﷻ berfirman tentang orang-orang kafir ;
ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
".. Yang demikian itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka."
(Surat Shad, Ayat 27)
🌿 Banyak orang berburuk sangka terhadap Allah ﷻ. Buktinya banyak orang merasa resah dan gelisah serta bingung, bahkan mencela ketentuan (takdir) Allah yang menimpanya. Kadang ada yang berkata "seharusnya ketentuan Allah itu begini atau begitu" atau dia berkata "Mengapa saya yang ditimpa ini" atau "Allah tidak adil"
Allahu Akbar...!!! Maka periksalah dirimu apakah telah selamat darinya? Seorang penyair berkata : "Jika engkau selamat darinya maka sungguh engkau telah selamat dari sesuatu yang besar. Namun aku menyangka engkau tidak akan selamat darinya".
📌 Maka siapapun yang berputus asa dari rahmat Allah ﷻ, sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah. Siapa saja yang menyangka bahwa dia akan dibiarkan saja hidup bebas di muka bumi ini tanpa perhitungan dan pembalasan dari Allah, maka sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah. Siapapun menganggap Allah ﷻ tidak akan mengumpulkan hambanya setelah meninggalnya untuk dibalas dengan pahala atau dihukum dengan siksaan di negeri Akhirat, maka sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah. Dan siapapun yang yang menyangka bahwa Allah akan menyia-nyiakan amalan shalih yang dikerjakan oleh seorang hamba dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ maka sungguh dia telah berburuk sangka pada Allah ﷻ.
Wallahu a'lam
Alhamdulillahi Robbil 'alamin.
Maroji' : Al Irsyad Ila Shohihil I'tiqad, oleh Dr. Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah ta'ala
✍ Al Ustadz Abu Usamah Yusuf hafidzahullah ta'ala
MD ar Risalah
Sifat Sholat Nabi ﷺ,
بسم الله الرحمن الرحيم
Fiqh Shalat
📚 Sifat Sholat Nabi ﷺ, Bag. 15
➖➖➖➖➖➖➖➖
📌 Gerakan dan Bacaan Sholat
————————————
... Lanjutan
2⃣. Mengangkat Kedua Tangan
"Rasulullah ﷺ terkadang mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan takbiratul ihram (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan an-Nasa’i), terkadang setelahnya (Ibid), dan terkadang sebelumnya (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Abu Dawud).
كَانَ يَرْ فَعُهُمَا مَمْدُوْدَةَ الْأَصَابِعِ ، [ لَا يُفَرِّجُ بَيْنَهَا وَلاَ يَضُمُّهَا]
"Beliau mengangkat kedua tangannya dengan menegakkan jari-jarinya lurus ke atas, (beliau tidak merenggangkannya dan tidak pula menggenggamnya)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah (I/62/2, 64/1), tamam, dan al-Hakim, beliau menshahihkan hadits ini, dan disepakati oleh adz-Dzahabi).
"Beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu beliau (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan an-Nasa’i) dan terkadang juga beliau mengangkatnya sejajar dengan (daun) telinga beliau." (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Abu Dawud).
3⃣. Meletakkan Tangan Kanan di atas Tangan Kiri (Bersedekap) dan Perintah Melakukannya
"Rasulullah ﷺ meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap)." (Diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud, hadits ini telah ditakhrij dalam Irwaa-ul Ghaliil (no. 352)).
🔖 Beliau bersabda ;
إِنَّا مَعْشَرَالْأَنْبِيَاءِ أُمِرْنَا بِتَعْجِيْلِ فِطْرِنَا، وَتَأْخِيْرِ سَحُوْرِنَا، وَأَنْ نَضَعَ اَيْمَانَنَا عَلَى شَمَائِلِنَا فِيْ الصَّلاَةِ
"Sesungguhnya kami para Nabi diperintahkan untuk menyegerakan berbuka kami dan mengakhirkan sahur kami, serta meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami (bersedekap) dalam shalat." (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan adh-Dhiya', dengan sanad yang shahih)
👤 Dikutip dari Kitab "Sifat Sholat Nabi ﷺ" Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah
✍ Akh Abu Haidar hafidzahullah
🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
MD ar-Risalah
Fiqh Shalat
📚 Sifat Sholat Nabi ﷺ, Bag. 15
➖➖➖➖➖➖➖➖
📌 Gerakan dan Bacaan Sholat
————————————
... Lanjutan
2⃣. Mengangkat Kedua Tangan
"Rasulullah ﷺ terkadang mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan takbiratul ihram (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan an-Nasa’i), terkadang setelahnya (Ibid), dan terkadang sebelumnya (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Abu Dawud).
كَانَ يَرْ فَعُهُمَا مَمْدُوْدَةَ الْأَصَابِعِ ، [ لَا يُفَرِّجُ بَيْنَهَا وَلاَ يَضُمُّهَا]
"Beliau mengangkat kedua tangannya dengan menegakkan jari-jarinya lurus ke atas, (beliau tidak merenggangkannya dan tidak pula menggenggamnya)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah (I/62/2, 64/1), tamam, dan al-Hakim, beliau menshahihkan hadits ini, dan disepakati oleh adz-Dzahabi).
"Beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu beliau (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan an-Nasa’i) dan terkadang juga beliau mengangkatnya sejajar dengan (daun) telinga beliau." (diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Abu Dawud).
3⃣. Meletakkan Tangan Kanan di atas Tangan Kiri (Bersedekap) dan Perintah Melakukannya
"Rasulullah ﷺ meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap)." (Diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud, hadits ini telah ditakhrij dalam Irwaa-ul Ghaliil (no. 352)).
🔖 Beliau bersabda ;
إِنَّا مَعْشَرَالْأَنْبِيَاءِ أُمِرْنَا بِتَعْجِيْلِ فِطْرِنَا، وَتَأْخِيْرِ سَحُوْرِنَا، وَأَنْ نَضَعَ اَيْمَانَنَا عَلَى شَمَائِلِنَا فِيْ الصَّلاَةِ
"Sesungguhnya kami para Nabi diperintahkan untuk menyegerakan berbuka kami dan mengakhirkan sahur kami, serta meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami (bersedekap) dalam shalat." (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan adh-Dhiya', dengan sanad yang shahih)
👤 Dikutip dari Kitab "Sifat Sholat Nabi ﷺ" Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah
✍ Akh Abu Haidar hafidzahullah
🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
MD ar-Risalah
ia mendengarkan kebenaran itu tapi ia menolaknya.
Ibnu Baththah rahimahullah berkata:
من سمع الحق فأنكره بعد علمه له فهو من المتكبرين على الله ، ومن نصر الخطأ فهو من حزب الشيطان
"Barangsiapa yang mendengar kebenaran lalu mengingkarinya setelah ia mengetahuinya, maka ia termasuk orang-orang yang menyombongkan diri terhadap Allah. Dan barangsiapa yang menolong suatu kekeliruan, maka ia termasuk golongan setan (hizbusy-syaithaan)" [Al-Ibaanah, 2/54].
من سمع الحق فأنكره بعد علمه له فهو من المتكبرين على الله ، ومن نصر الخطأ فهو من حزب الشيطان
"Barangsiapa yang mendengar kebenaran lalu mengingkarinya setelah ia mengetahuinya, maka ia termasuk orang-orang yang menyombongkan diri terhadap Allah. Dan barangsiapa yang menolong suatu kekeliruan, maka ia termasuk golongan setan (hizbusy-syaithaan)" [Al-Ibaanah, 2/54].
menjaga Dzikirnya dan membaca al-Qur'an
Al-'Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata:
من حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن وصحبة الأخيار والبعد عن صحبة الغافلين يطيب قلبه ويلين. (مجموع الفتاوى 5/244)
"Barangsiapa yang menjaga waktunya dengan berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, dan bersahabat dengan orang-orang pilihan (shalih), serta jauh dari berteman dengan orang-orang yang lalai, maka hatinya akan menjadi baik dan lembut".
من حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن وصحبة الأخيار والبعد عن صحبة الغافلين يطيب قلبه ويلين. (مجموع الفتاوى 5/244)
"Barangsiapa yang menjaga waktunya dengan berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, dan bersahabat dengan orang-orang pilihan (shalih), serta jauh dari berteman dengan orang-orang yang lalai, maka hatinya akan menjadi baik dan lembut".
Subscribe to:
Posts (Atom)