➡️ 01. Meyakini bahwa dosa itu ancamannya sangat berat, baik di
dunia maupun di akhirat.
➡️ 02. Menumbuhkan sifat muraqabah (selalu merasa diawasi oleh
Allah), sehingga akan melahirkan rasa takut kepada Allah.
➡️ 03. Meyakini bahwa semua perbuatan di dunia ini akan dimintai
pertanggungjawabannya oleh Allah.
➡️ 04. Mempelajari kisah-kisah tentang keutamaan orang yang
mampu menjaga dirinya dari yang haram, dan menolak maksiat karena takut kepada
Allah.
➡️ 05. Meyakini bahwa mengikuti hawa nafsu barang sesaat saja
akan menuai penyesalan dan menjerumuskan seseorang kepada kehinaan.
➡️ 06. Meninggalkan sarana dan prasarana yang dapat mengantarkan
kepada syahwat dan hawa nafsu.
➡️ 07. Bergaul dengan orang-orang yang dikenal keshalihannya dan
ketaqwaannya kepada Allah.
➡️ 08. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, jika hal
ini tidak dilakukan, maka akan tersibukkan dengan perkara yang bathil dan
sia-sia.
➡️ 09. Apabila meninggalkan sesuatu, maka meninggalkannya karena
Allah, niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.
➡️ 10. Memperbanyak doa perlindungan kepada Allah dari gangguan
dan bisikan syaitan, membaca istighfar, dzikir dan bertaubat kepada Allah
Ta'ala.
➡️ 11. Tidak meninggalkan shalat fardhu secara berjamaah di
masjid (bagi laki-laki).
➡️ 12. Mempelajari apa saja perangkap dan tipu daya syaithan
yang menjerumuskan kepada dosa.
➡️ 13. Berusaha untuk memperbanyak puasa sunnah dan shalat
malam.
➡️ 14. Bersegera untuk menikah dengan pasangan yang shalih atau
shalihah.
➡️ 15. Mencari guru yang nasihat-nasihatnya selalu membekas dan
memberikan sentuhan-sentuhan rasa takut kepada Allah dan mengingatkan hati akan
akhirat.
➡️ 16. Sering kali membaca kisah-kisah dari penghuni Surga dan
penghuni Neraka.
➡️ 17. Sering kali membaca kisah-kisah akhir hayat dari pelaku
dosa dan maksiat.
➡️ 18. Menumbuhkan rasa takut akan datangnya maut secara
tiba-tiba sebelum sempat bertaubat, dan sering kali ziarah kubur, untuk
mengingat kematian dan akhirat serta melembutkan hati.
➡️ 19. Memperbanyak mendatangi majelis-majelis ta'lim yang
membahas tentang tazkiyatun nufus yang dapat menggugah dan menggetarkan jiwa.
➡️ 20. Mencegah jiwa dari kesenangan yang halal dan diperbolehkan,
supaya ia terbiasa meninggalkan yang haram.
➡️ 21. Berusaha untuk menundukkan pandangan pada perkara yang
tidak halal untuk di lihat.
➡️ 22. Memikirkan kekurangan-kekurangan seseorang yang sedang
disukai, yang belum halal baginya.
➡️ 23. Tidak berinteraksi dengan yang bukan mahram, kecuali jika
ada keperluan yang sangat.
➡️ 24. Tidak berlebihan dalam makan dan minum, atau sementara
tidak memakan makanan atau meminum minuman yang bisa mempercepat timbulnya
syahwat yang tinggi.
➡️ 25. Menghukum diri sendiri dengan berpuasa atau bersedekah
setiap jiwa terkalahkan oleh hawa nafsu.
➡️ 26. Selalu berusaha ikhlas mengharapkan wajah Allah semata
dalam setiap gerak dan diam, sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.
➡️ 27. Selalu memandang sedikit amal shalih yang pernah
dikerjakan, meskipun hakikatnya banyak.
➡️ 28. Memahami hakikat dunia yang hina dan tidak kekal, serta
yakin akan kehidupan akhirat yang lebih baik dan abadi.
➡️ 29. Selalu menanamkan rasa cinta kepada Allah, sehingga akan
meninggalkan maksiat karena cintanya itu.
➡️ 30. Bersungguh-sungguh dan terus-menerus dalam mengamalkan
semua kiat-kiat diatas.
❗️Hindarilah Maksiat...Nikmatnya
Sesaat...
Tapi Penyesalannya...Sepanjang Hayat...
Hari yang paling baik adalah ketika tidak berbuat dosa dan
maksiat kepada Allah Ta'ala, dan amal yang paling baik adalah amal yang
diterima oleh Allah Ta'ala, dan waktu yang paling baik adalah waktu di saat
wafat dalam keadaan husnul khatimah...
No comments:
Post a Comment