Friday, November 3, 2017

Cara Berbhakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal


Seseorang yg sudah mati, maka terputus sudah seluruh amalannya kecuali tiga hal, yaitu:
1. Amal Jahiriyah yg dia lakukan semasa hidup,
2. Ilmu yg bermanfaat yg dia bagikan semasa dia hidup, dan
3. Anak yg shalih.
Semua pasti sudah paham hadist diatas yg diriwayatkan oleh semua periwayat shahih.
Anak yg shalih. Mengapa anak yg shalih masuk dalam hadist tersebut? Karena hanya anak yg shalih yg akan melanjutkan amalan-amalan orang tuanya yg sdh tiada. Bahkan, bisa MERINGANKAN HINGGA MENGHILANGKAN ADZAB KUBUR ORANG TUA. Bagaimana caranya? Banyaaaakkk. Contohnya:
1. Mendoakan orang tua setiap saat minimal sesudah shalat,
2. Beristgfar untuk orang tua,
3. Bershadaqah dan beramal jahiriyah yg diniatkan untuk orang tua, misalnya menyumbang pembangunan masjid, menyumbang pembiayaan dai-dai, memberi makan fakir miskin dst. Bahkan anak juga bisa menghajikan dan mengumrahkan orang tua yg sdh meninggal,
4. Berbuat baik kepada orang-orang yg dicintai kedua org tua. Misalnya, menjalin silaturahmi dg om tante budhe pakdhe paklik bulek paman bibi dst. Karena itu, jika kita sdh punya anak, kenalkan anak kita pada keluarga besar, pada sahabat-sahabat kita, pada org yg kita sayangi dan berpesanlah pd mereka untuk terus menyambung silaturrahmi dg mereka.
5. Dan yg terpenting, bayarkan hutang orang tua.
Masya Allah indahnya jika punya anak shalih.
Mereka aset dunia akhirat buat kita. Mereka saham, investasi kita di akhirat nanti. Karena itu didiklah anak-anak kita dengan ILMU TAUHID yg sesungguhnya, tanamkan SUNNAH sedari kecil.
Janganlah kita menjadi ORANG TUA YANG MANDUL. Orang tua kok mandul. Maksudnya??
Mari kita merenungkan kembali sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ؟ قَالَ قُلْنَا: الَّذِي لَا يُولَدُ لَهُ، قَالَ: «لَيْسَ ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا
Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah engkau siapakah yang mandul?” Para sahabat menjawab; “Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”. Lalu Rasulullah bersabda; Orang yang mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia”. (HR. Ahmad)

“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100)
“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).

No comments:

Post a Comment