Seseorang yg sudah mati, maka terputus sudah seluruh
amalannya kecuali tiga hal, yaitu:
1. Amal Jahiriyah yg dia lakukan semasa hidup,
2. Ilmu yg bermanfaat yg dia bagikan semasa dia hidup, dan
3. Anak yg shalih.
Semua pasti sudah paham hadist diatas yg diriwayatkan oleh
semua periwayat shahih.
Anak yg shalih. Mengapa anak yg shalih masuk dalam hadist
tersebut? Karena hanya anak yg shalih yg akan melanjutkan amalan-amalan orang
tuanya yg sdh tiada. Bahkan, bisa MERINGANKAN HINGGA MENGHILANGKAN ADZAB KUBUR
ORANG TUA. Bagaimana caranya? Banyaaaakkk. Contohnya:
1. Mendoakan orang tua setiap saat minimal sesudah shalat,
2. Beristgfar untuk orang tua,
3. Bershadaqah dan beramal jahiriyah yg diniatkan untuk
orang tua, misalnya menyumbang pembangunan masjid, menyumbang pembiayaan dai-dai,
memberi makan fakir miskin dst. Bahkan anak juga bisa menghajikan dan
mengumrahkan orang tua yg sdh meninggal,
4. Berbuat baik kepada orang-orang yg dicintai kedua org
tua. Misalnya, menjalin silaturahmi dg om tante budhe pakdhe paklik bulek paman
bibi dst. Karena itu, jika kita sdh punya anak, kenalkan anak kita pada
keluarga besar, pada sahabat-sahabat kita, pada org yg kita sayangi dan
berpesanlah pd mereka untuk terus menyambung silaturrahmi dg mereka.
5. Dan yg terpenting, bayarkan hutang orang tua.
Masya Allah indahnya jika punya anak shalih.
Mereka aset dunia akhirat buat kita. Mereka saham, investasi
kita di akhirat nanti. Karena itu didiklah anak-anak kita dengan ILMU TAUHID yg
sesungguhnya, tanamkan SUNNAH sedari kecil.
Janganlah kita menjadi ORANG TUA YANG MANDUL. Orang tua kok
mandul. Maksudnya??
Mari kita merenungkan kembali sabda Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wasallam,
مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ؟ قَالَ قُلْنَا: الَّذِي
لَا يُولَدُ لَهُ، قَالَ: «لَيْسَ
ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ
وَلَدِهِ شَيْئًا
Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah
engkau siapakah yang mandul?” Para sahabat menjawab; “Orang yang mandul ialah
orang yang tidak mempunyai anak”. Lalu Rasulullah bersabda; Orang yang mandul
ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi
manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia”. (HR. Ahmad)
“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah
kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash
Shaffaat: 100)
“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka
samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang
baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).
No comments:
Post a Comment