Sebagaian kaum muslimin mungkin ada yang bertanya mengapa
pada beberapa ayat Al-Quran Allah menggunakan kata ganti jamak (نحن/nahnu) "kami",
padahal Allah Maha Esa
Jawabannya:
Dalam bahasa Arab, penggunaan kata jamak untuk tunggal itu
bermakna pengagungan dan Allah berhak dengan keagungan ini. Bukan artinya Allah
atau tuhan itu banyak
Berbeda dengan bahasa Indonesia, penggunaan kata
"kami" untuk tunggal bermakna "merendah atau menghormati"
Misalnya pak RT ketika memegang jabatan:
"Kami memegang amanah ini ...
Dalam kamus Arab Al-Mu'jam dijelaskan makna lafadz
"kami"
ﻧﺤﻦ ﺿﻤﻴﺮ ﻳﻌﺒﺮ ﺑﻪ
ﺍﻻﺛﻨﺎﻥ ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﺍﻟﻤُﺨْﺒِﺮﻭﻥ
ﻋﻦ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ، ﻭﻗﺪ ﻳﻌﺒِﺮ ﺑﻪ
ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ﻋﻨﺪ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﺍﻟﺘﻌﻈﻴﻢ
"Kata "kami" bisa digunakan untuk dua orang
atau jamak untuk berbicara mewakili mereka. Terkadang juga (kami) disebutkan
dalam bentuk tunggal untuk maksud pengagungan." [1]
Demikian juga penjelasan dan fatwa ulama, dalam fatwa
Al-Lajnah Ad-Daimah:
ﻣﻦ ﺃﺳﺎﻟﻴﺐ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ
ﺃﻥ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﻳﻌﺒﺮ ﻋﻦ
ﻧﻔﺴﻪ ﺑﻀﻤﻴﺮ " ﻧﺤﻦ " ﻟﻠﺘﻌﻈﻴﻢ
"Termasuk ungkapan dalam bahasa Arab yaitu seseorang
"tunggal" menyebut dirinya dengan kata ganti jamak "kami"
untuk pengagungan" [2]
Bisa jadi maknanya mencakup jamak dari makna nama-nama Allah
yang banyak (jamak). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
ﺻﻴﻐﺔ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﺗﻘﺘﻀﻲ ﺍﻟﺘﻌﻈﻴﻢ
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺴﺘﺤﻘﻪ ، ﻭﺭﺑﻤﺎ
ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺎﻧﻲ ﺃﺳﻤﺎﺋﻪ
"Lafadz jamak bermaksud pengagungan sesuai dengan
keagungan Allah dan bisa juga menunjukkan makna nama-nama Allah.[3]
Sangat tidak tepat mengatakan lafadz jamak ini bahwa Allah
itu banyak dan berbilang, karena jelas bahwa Allah itu maha Esa.
ﻭَﺇِﻟَٰﻬُﻜُﻢْ
ﺇِﻟَٰﻪٌ ﻭَﺍﺣِﺪٌ ۖ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ
ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ
Dan ilah-mu adalah ilah Yang Maha Esa; tidak ada sesembahan
yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.
[al-Baqarah/2:163]
Demikian semoga bermanfaat
Catatan kaki:
[1] Kamus Al-Mu'jam Al-Wasith
[2] Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 4/143
[3] Aqidah At-Tadrumiyah hal. 75
No comments:
Post a Comment