Apa hukum mencela orang-orang yang berpegang teguh
menjalankan ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjawab:
Mencela orang-orang yang berpegang teguh menjalankan
ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya karena keteguhan mereka dalam beragama,
merupakan perkara yang sangat berbahaya bagi seseorang. Karena hal ini
dikhawatirkan merupakan bentuk kebencian terhadap apa yang mereka terapkan
yaitu istiqomah dalam beragama, sehingga menjadi kebencian terhadap ajaran
agama yang mereka jalankan. Ini semisal dengan apa yang Allah firmankan:
وَلَئِنْ
سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ
قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang
mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah
bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah,
ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?
(QS. At Taubah: 65).
karena ayat ini turun berkenaan dengan kaum Munafikin yang
mengatakan: “kami belum pernah melihat orang-orang yang semisal mereka itu
(yaitu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya), yang paling
gendut perutnya, yang dusta perkataannya, dan paling pengecut ketika bertemu
musuh“. Maka turunlah ayat tersebut.
Maka orang yang melecehkan ahlul haq itu hendaknya
berhati-hati. Karena mereka adalah orang-orang yang berusaha menerapkan ajaran
agama, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إن الذين أجرموا كانوا
من الذين آمنوا يضحكون
، وإذا مروا بهم
يتغامزون ، وإذا انقلبوا
إلى أهلهم انقلبوا فكهين
. وإذا رأوهم قالوا إن
هؤلاء لضالون ، وما
أرسلوا عليهم حافظين ،
فاليوم الذين آمنوا من
الكفار يضحكون . على الآرائك ينظرون
، هل ثوب الكفار
ما كانوا يفعلون
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang
menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman
lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila
orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan
gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan:
“Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal
orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang
mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang
kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya
orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka
kerjakan”
(QS. Al Muthaffifin: 29-34).
No comments:
Post a Comment